Home Polkam Menanggapi Munculnya Deklarasi Tandingan KAMI Dan KITA

Menanggapi Munculnya Deklarasi Tandingan KAMI Dan KITA

Azma (MEREKA) : \"Sejarah Kampanye Pilpres Yang Mulai Mengulang\"

115
0
SHARE
Menanggapi Munculnya Deklarasi Tandingan KAMI Dan KITA

JAKARTA (Parahyanganpost.com) - Fenomena aneka deklarasi sepekan kemarin yang memakai nama kata ganti orang ketiga jamak ternyata belum berhenti bahkan cenderung mulai terjadi persaingan dengan memakai nama yang sama, terutama untuk KAMI.

"Dapat dikatakan bahwa sejarah kampanye pilpres mulai mengulang walau agak sedikit berbeda, dimana pernah terjadi saling klaim simbol 2 jari antara pendukung Jokowi dan Prabowo di pilpres 2019 yang sama-sama merasa berhak memakainya walau dengan alasan yang tentunya berbeda," ujar Azma.

Setelah terjadi deklarasi KAMI versi rakyat oposisi, deklarasi versi pro pemerintah dilakukan Selasa lalu di lokasi yang sama, Patung Proklamasi Jakarta Pusat dan dengan menggunakan nama yang sama walau memiliki singkatan yang berbeda, yaitu Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia.

KAMI versi mahasiswa ini dipimpin oleh Khusnul Jamil dengan alasan harus bangkit bersama, bukan saling menyalahkan walau masih menjadi pertanyaan mengapa dia menggunakan nama yang sama dengan KAMI versi oposisi.

Penggagas MEREKA ini menjelaskan, "Jangankan sebagai tandingan, bahkan saya mendengar bahwa tak lama lagi akan terjadi deklarasi2 yang tak hanya menggunakan nama KAMI tapi juga KITA, baik sebagai lawan maupun kawan dari masing-masing kubu."

Aroma pilkada yang semakin dekat ternyata menjadi sensasi tersendiri bagi sebagian masyarakat untuk menyikapi. Akankah terjadi perpecahan kembali?

"Peristiwa inilah yang dikhawatirkan akan terjadi lagi, yaitu polarisasi politik menjadi dua kubu ekstrim dan menjadi salah satu alasan saya menggagas MEREKA bersama teman-teman," ujar Azma.

"Gerakan MEREKA memang berbeda karena MEREKA adalah Menyelamatkan Emansipasi Rakyat Edukasi Kreatifitas Alternatif, bukan seperti mereka-mereka siapapun itu yang gemar mereka-reka atau bahkan merekayasa," pungkasnya.

(rt/pp)