Home Ekbis Media Gathering LPPOM MUI

Media Gathering LPPOM MUI

Indonesia Harus Rebut Dominasi Brazil

72
0
SHARE
Media Gathering LPPOM MUI

Keterangan Gambar : Media Gathering LPPOM MUI via zoom. (foto aboe)

Media Gathering LPPOM MUI 

Indonesia Harus Rebut Dominasi Brazil

 

Jakarta, parahyangan-postcom. Sungguh sangat ironis! Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak  malah menjadi negara importir produk halal terbesar dunia. Sementara ekspor halal Indonesia belum diperhitungkan. Hal tersebut disampaikan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau LPPOM MUI Dr.  Lukmanul Hakim M. Si., pada media  gathering via zoom, Senin, 29/6.

“Seharusnya Indonesia menjadi eksportir produk halal, karena Indonesia adalah pelopor pemakaian/penggunaan produk-produk halal. Namun nyatanya produk halal Indonesia belum diperhitungkan dunia internasional,” keluh Lukman.

Saat ini, lanjut Lukman, eksportir produk halal terbesar dunia malah dipegang Brazil dan India, yang nota bene negara non Muslim. Produk utamanaya daging olahan. Nilai ekspor keseluruhan produk halal dunia saat ini  mencapai 169,7 miliar dolar Amerika.  

Makanya Lukmanul Hakim mengajak media berperan lebih aktif mempopulerkan produk-produk halal Indonesia dan ikut membantu produsen memasarkannya ke seluruh dunia.

Menurutnya, sebenarnya Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi eksportir halal terbesar dunia. Beberapa produk unggulan yang bisa menjadi pionir adalah fashion halal dan wisata halal.

“Kementerian Pariwisata pada kabinet lalu sudah bergerak mempopulerkan pariwisata halal. Dan Indonesia berhasil masuk 5 besar destinasi wisata halal. Namun pada pemerintahan sekarang masih belum kelihatan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Lukman juga meminta masyarakat dan stakeholder tidak lagi berkutat kepada teknis-teknis pengeluaran sertifikasi halal, karena teknisnya sudah sangat rigid, prosedurnya cukup ketat dan kehalalannya diakui dunia.

"Kalau kita masih berkutat di bidang itu maka kita akan tertinggal terus,” tambahnya.

Dia berharap, Indonesia harus melangkah memperkenalkan produk halal Indonesia ke dunia, karena Indonesia  adalah salah satu negara yang mempelopori lahirnya produk halal dunia.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai peran LPPOM MUI terhadap pengawasan makanan / produk halal di pasar tradisional. Terkait ditemukannya daging babi di pasar-pasar kota Bandung beberapa waktu lalu,  LPPOM MUI menjawab, bahwa pihaknya  telah bekerja sama dengan pemerintah daerah, maupun pengelola Pasar daerah  untuk mengontrol  produk halal di pasar.

Sedangkan menjawab pertanyaan wartawan yang menyoal pernyataan Menteri Agama agar produk makanan UMKN tidak perlu memakai label halal, salah seorang Corporate Secretary LPPOM MUI Muti Arinawati menjawab. Kalau untuk memperoleh sertifikat halal memang harus melalui prosedur yang ditetapkan. Baik produk UMKM maupun produk dari produsen besar. Tetapi kalau pernyataan hukum halal-haram, bukan wewenangnya.*** (lutan/PP)