Home Agama Masih Berharap Calon Jamaah Haji Bisa Diberangkatkan

Masih Berharap Calon Jamaah Haji Bisa Diberangkatkan

Sekjen Alwashliyah DR. KH Masyhuril Khamis

130
0
SHARE
Masih Berharap Calon Jamaah Haji Bisa Diberangkatkan

Keterangan Gambar : Sekjen Al Washliyah Masyhuril Khamis

Sekjen Alwashliyah DR. KH Masyhuril Khamis:

Masih Berharap Calon Jamaah Haji Bisa Diberangkatkan

Jakarta, parahyangan-post.com-Keputusan Pemerintah Indonesia tidak mengirim jamaah haji tahun ini mendapat tanggapan beragam dari elemen masyarakat. Sekjen Al Wahliyah DR. H. Masyhuril Khamis mengatakan, sesungguhnya pihaknya tetap berharap bahwa  jamaah haji boleh diberangkatkan, sebab itu suatu kerinduan yang sudah lama di tunggu jamaah.

“Namun  kita juga faham bahwa syarat haji itu salah satunya adalah  istitho’ah artinya mampu. Mampu disini adalah mencakup kesiapan transportasi , fasilitas di sana dan keamanan, hal ini merupakan syarat yang tidak bisa ditawar dan itu mesti. Karena syarat ini ada pada Kementrian Agama maka otomatis jamaah sangat tergantung pada kebijakan itu dan lndonesia juga tergantung Arab Saudi,” tuturnya kepada parahnyangan-post.com via daring, Selasa 2/6 sore.

Lebih jauh dikatakan Masyhuril, secara kelembagaan Pengurus Besar Al Washliyah mendukung dan mengapresiasi sikap Pemerintah RI melalui Menag yang tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2020 karena wabah Covid-19.

”Pernyataan itu sudah disampaikan langsung oleh  Ketum PB Al Washliyah Dr. KH. Yusnar Yusuf, MS,” tuturnya.

AMPHURI Menghormati

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) memaklumi keputusan pemerintah yang disampaikan Menteri Agama terkait pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020M.

“AMPHURI menghormati keputusan pemerintah yang membatalkan keberangkatan jamaah haji pada tahun ini,” kata Ketua Umum DPP AMPHURI Joko Asmoro, via rilis yang diterima parahyangan-post.com. Dikatakan Joko, keputusan penundaan haji tahun ini memang pahit, tapi inilah yang terbaik untuk kita semua.

Sebelumnya diberitakan dalam konfrensi pers virtual, Menteri Agama Fachrul Razi  mengatakan ibadah haji tahun ini ditiadakan.  Dasar pertimbangannya adalah demi keamanan jamaah karena wabah covid-19 masih berlangsung.  

“Sesuai amanat Undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanaan jemaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi. Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M,” terangnya pada telekonferensi dengan awak media di Jakarta, Selasa (02/06).*** (aboe/pp)