Home Disaster KP2C MEMBEDAH TIGA SUNGAI BEKASI

KP2C MEMBEDAH TIGA SUNGAI BEKASI

Temu Members

977
0
SHARE
KP2C MEMBEDAH TIGA SUNGAI BEKASI

Keterangan Gambar : Ketua KP2C Puarman (tengah berdiri) foto bersama dengan pengurus usai kegiatan (foto kp2c)

 

Temu Members

KP2C MEMBEDAH TIGA SUNGAI DI BEKASI

Bekasi,parahyangan-post.com- Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), menyelenggarakan pertemuan di Lembur Suka Sunda, Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Sabtu (7/3/2020).

Ketua KP2C, Puarman mengatakan pertemuan tersebut diselenggarakan dalam rangka menandai 4 tahun berdirinya komunitas tersebut.

Acara dikemas dalam bentuk talkshow "Kopi Darat Pengurus dan Members KP2C" dihadiri sekitar 100 orang.

Dalam pertemuan tersebut, Komandan Kodim 0507/Bekasi, Kolonel (Inf) Rama Pratama, menyampaikan selamat ulang tahun kepada KP2C dalam bentuk pemberian kue tart saat acara berlangsung. Hadiah tersebut diantar langsung oleh Komandan Koramil 04/Jatiasih, Kapten (Inf) Sugianto bersama staf.

Lebih jauh  Puarman mengatakan,  pertemuan tersebut sebagai ajang silaturrahmi antar Pengurus dan members KP2C.

“Saat ini anggota KP2C berjumlah 10.000 orang. Mereka tersebar lebih dari 40 perumahan, baik di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi,” tutur Puarman kepada parahyangan-post.com.

Ditambahkan Puarman, pertemuan sepenuhnya diisi  edukasi tentang tiga sungai, yakni Cileungsi, Cikeas, dan Kali Bekasi, dikemas dalam bentuk dialog interaktif.

"Pertemuan bertujuan untuk  meningkatkan pemahaman members terhadap karakteristik  3 sungai yang melintasi wilayah mereka. Yaitu Sungai Cikeas, Kali Bekasi dan Sungai Cileungsi .Selain itu juga untuk  menghimpun masukan dari members terkait pengembangan komunitas ke depan dan mencari solusi," terang Puarman.

Puarman mengatakan bahwa KP2C diisi 19 pengurus. Mereka  bekerja secara sukarela.  Donasi yang menjadi roda penggerak komunitas  dialokasikan  sepenuhnya untuk petugas pemantau KP2C di lima titik pantau Tinggi Muka Air (TMA), dan pengadaan peralatan pendukung seperti CCTV.

"Kami organisasi non profit, dan independen," ujar Puarman.

Kelima titik pantau itu berada di Cibongas, Cileungsi, Cikeas, Cibinong, dan P2C (Pertemuan Cileungsi-Cikeas).

"Ke depan, KP2C akan menambah beberapa titik pantau lagi. Sehingga informasi TMA yang diterima anggota bisa hingga delapan jam sebelum air sungai sampai di perumahan mereka," ujar Puarman.

Dalam paparannya, Puarman menjelaskan bahwa daerah aliran sungai (DAS) Cileungsi memiliki luas 26.000 ha. Sementara Cikeas 11.000 ha.

"Itu berarti, ketika air di Cileungsi tinggi, sementara di Cikeas rendah, akan berpotensi banjir. Namun bila sebaliknya, tidak," jelasnya.

Selain bermitra dengan sejumlah instansi pemerintah, KP2C juga menjalin komunikasi intensif dengan petugas Bendung Bekasi.

"Kami selalu mengirim info TMA ke petugas Bendung Bekasi. Sehingga mereka bisa menyesuaikan sejak awal buka tutup pintu air bendung," tutur Puarman.

Puarman juga menjelaskan bahwa komunitasnya sudah memiliki legalitas hukum  sejak 3 Maret 2020.*** (pp/kp2c)