Home Seni Budaya Ketua Umum LEMTARI Suhaili Husein Datuk Mudo

Ketua Umum LEMTARI Suhaili Husein Datuk Mudo

Pemilihan Puteri Indonesia Sebaiknya Memakai Busana Adat Daerah Masing-masing

275
0
SHARE
Ketua Umum LEMTARI Suhaili Husein Datuk Mudo

Keterangan Gambar : Ketua Umum LEMTARI Suhaili Husein DT Mudo SH. (foto Lemtari)

Ketua Umum LEMTARI Suhaili Husain Datuk Mudo SH:

Pemilihan Puteri Indonesia Sebaiknya Memakai  Busana Adat Daerah Masing-masing

Jakarta, parahyangan-post.com.  Heboh kasus pemilihan Puteri Indonesia, asal Minangkabau Kalista Iskandar masih berbuntut. Setelah Pemda Sumbar tidak mengakui, bahwa cewek blasteran Minang-Amerika itu adalah utusan daerahnya, kini sejumlah elemen adat pun menyoal.

Ketua Umum Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (LEMTARI) Suhaili Husain Datuk Mudo ikut  prihatin atas kejadian yang memalukan  tersebut.

“Saya tidak mempersoalkan Kalista grogi saat menghafalkan Pancasila ketika ditanya oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam kontes tersebut. Yang saya prihatinkan adalah penampilan Kalista yang tidak sesuai adat Minangkabau,” tutur Suhaili kepada parahyangan-post.com.

Dikatakan Suhaili, Minangkabau mempunyai adat-istiadat yang  kuat.  Adatnya sangat memuliakan kaum perempuan. Perempuan Minang tidak boleh sembarangan tampil di depan umum tanpa menutup aurat. Filosofi adat orang Minang adalah “Adat  basandi syarak, syarak basandi kitabullah” (Adat bersendi syariah (agama Islam), syariah bersendi Al Quran dan Hadis)

“Tetapi mengapa dia berani-beraninya berpakaian tidak sopan dan tidak menutup aurat di depan orang banyak? Inilah yang saya soroti,” tambah Suhaili.

Lebih jauh dikatakan Suhaili, pihaknya  bukan tidak setuju adanya kontes pemilihan Puteri Indonesia tersebut. Tetapi dia mempunyai usul  untuk pemilihan yang akan datang agar penampilan kontestan harus disesuaikan dengan adat istiadat masing-masing daerah yang diwakilinya.

“Jadi kalau wakil dari Minangkabau harus tampil dengan pakaian yang sesuai dengan adat Minangkabau. Begitu juga wakil dari NTT dan daerah lain. Sesuaikan dengan ketentuan adatnya masing-masing,” tambah Suhaili.

Suhaili menekankan LEMTARI akan terus memperjuangkan agar adat istiadat nusantara ini kembali dipakai oleh kaumnya masing-masing.*** (aboe/pp)