Home Nusantara Kerjasama PLN Peduli dan Mat Peci, Pelatihan Manajemen Bank Sampah

Kerjasama PLN Peduli dan Mat Peci, Pelatihan Manajemen Bank Sampah

#LingkunganHidup #JagaAlam #BuangSampahJanganSembarangan

110
0
SHARE
Kerjasama PLN Peduli dan Mat Peci, Pelatihan Manajemen Bank Sampah

Keterangan Gambar : Pelatihan Manajemen Bank Sampah, Komunitas Mat Peci, Sekolah Sungai Ciliwung, Bank Sampah Anyelir, Kraatjati, Bank Sampah Anggrek Ciliwung, Srengseng Sawah (sumber foto : rat/pp)

JAKARTA (Parahyanganpost.com) – Bank Sampah..??, bagi sebagian orang masih kedengaran asing, disisi lain ketika orang mendengar ‘Bank Sampah’ yang ada dibenak mereka, terbayang sebuah komunitas yang di kelola oleh orang-orang pensiunan, sebagian dari mereka sudah masuk usia lansia, sementara anak-anak mudanya belum tertarik, benarkah demikian..??. 

Disamping itu ketika orang mendengar ‘sampah’ juga identik dengan ‘pemulung’, yang serba kumuh. Padahal jika sampah dikelola dengan baik dan benar, dibalik sampah ada sebuah berkah yang tersembunyi.  Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Lebih baik hidup dari sampah, dari pada hidup jadi sampah.” 

Untuk menjawab hal-hal tersebut, sekaligus mensosialisasikan tentang keberadaan ‘Bank Sampah’, maka pada, Sabtu (17/10), bertempat di Sekretariat/Saung Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci), Sekolah Sungai Ciliwung, Gg.Arus, Rw.01, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan diadakan kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan Bank Sampah. 

Kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan dan kerjasama Komunitas Mat Peci, Sekolah Sungai Ciliwung, PLN Peduli, Bank Sampah Anggrek Ciliwung, Rw.01, Kel.Srengseng Sawah,Jagakarsa,Jakarta Selatan, Bank Sampah Anyelir, Kramatjati, Jakarta Timur. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ibu Yasni dari Perwakilan PLN Peduli, Ketua Mat Peci, Usman Firdaus, Ketua Rw.01, Kel.Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ketua Bank Sampah ‘Anggrek Ciliwung’ beserta jajaran pengurus dan para anggota. Ketua Bank Sampah Anyelir, Kramatjari, Jakarta Timur beserta tim dan jajaranya yang sekaligus sebagai narasumber. 

Dalam kata sambutanya, Ketua Mat Peci, Usman Fidaus, lebih menyoroti dampak buruk sampah bisa mengakibatkan terjadinya bencana disekitar kita, seperti banjir, dan lain-lain. Untuk itu Usman Firdaus menyampaikan banyak terima kasih atas kerjasama dari PLN Peduli, dan Dinas Lingkungan Hidup, Bank Sampah Anyelir serta semua yang hadir dalam kegiatan ini. 

Senada dengan Usman Firdaus, Ketua Rw.01, Srengseng Sawah juga mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan pelatihan manajemen Bank Sampah ini, ucapan terima kasi atas support dan dukungan dari seua pihak. Perlunya kerjasama dari kita semua, kompak, untuk terus mengembangkan dan memajukan keberadaan Bank Sampah yang kita kelola bersama ini. 

Narasumber dalam kegiatan pelatihan tersebut, Tim dari Bank Sampah Anyelir, Kramatjati, Jakarta Timur dan juga dari Dinas Lingkungan Hidup, Jakarta Timur, untuk sharing pengalaman dan tukar informasi terkait keberhasilan, Bank Sampah Anyelir dalam mengelola kegiatanya, sampai mendapat berbagai penghargaan ditingkat Provinsi DKI Jakarta.

Menurut, Amri, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, yang juga selama ini banyak mendampingi Bank Sampah Anyelir, bahwa ada kebijakan dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dimana untuk satu RW, harus ada minimal satu Bank Sampah. 

“Paling tidak di Rw.01, Kel.Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini, sudah terpenuhi, karena sudah ada satu Bank Sampah, Anggrek Ciliwung ini. Perlu terus dikembangkan, jangan berhenti disini, “jelas Amri. 

Keberadaan Bank Sampah merupakan konsep pemilahan dan pengumpulan sampah an-organik melalui sebuah tim yang berbentuk organisasi serta memiliki manejemen layaknya perbankan. Dasar hukum pembentukan ‘Bank Sampah’ ini Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.157/Th.2016 tentang Pembinaan dan Pengembangan Bank Sampa di lingkungan RT dan RW. Instruksi Gubernur Prov.DKI Jakarta No.80/Th.2017, tentang Pemilahan sampah organik, an-organik, sampah berbahaya dan beracun. Serta Keputusan Gubernur Prov.DKI Jakarta No.117/Th.2019, tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah (Nomor 26 mengenai Pengurangan sampah dari sumber). 

Adapun maksud dan tujun pembentukan Bank Sampah untuk menciptakan lingkungan bersih, sehat, hijau dan asri. Mengedukasi masyarakat peduli lingkungan dan berorganisasi. Memberikan keuntungan bagi penghasil sampah yang telah memilah sampahnya. 

Amri juga menyampaikan bahwa, sampah yang dihasilkan dari Prov.DKI Jakarta berkisar 6.700 sampai dengan 7.600 ton per-hari masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPS) Bantar Gebang. Begitu besarnya produksi sampah tersebut, sehingga ini perlu dikelola dengan baik dan benar. 

“Sementara kondisi TPST Bantar Gerbang yang memiliki luas area sekitar 105 hektar, diperkirakan akan bertahan sekitar 1 sampai 2 tahun lagi kedepan,”jelas Amri. 

Ini probelmatika kita semua, sehingga keberadaan Bank Sampah yang ada di wilayah, setiap RW ini menjadi begitu strategis keberadaannya. Disamping itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sedang berusaha untuk membangun pengelolaan dan pengolahan sampah di tingkat atau skala kota. 

Menurut Ketua Bank Sampah, Anggrek Ciliwung sampai saat ini anggotanya sekitar 90 orang, padahal jumlah warga di Rw.01 ini, mencapai ribuan jiwa. Ini menjadi tantangan bagi jajaran pengurus Bank Sampah Anggrek Ciliwung, untuk terus bekerja keras mensosialisasikan peran strategis Bank Sampah ini. Dan mengajak warga untuk peduli dan bersedia aktif menjadi anggota Bank Sampah Anggrek Ciliwung ini. 

Prinsipnya, menurut Ketua Bank Sampah Anyelir, Kramatjati, kita jangan pernah mengenal lelah, untuk terus berbuat baik, ini kegiatan mulia. Langkah pertama dekati tokoh-tokoh setempat, ketua Rw dan tokoh yang disegani, ajak beliau untuk ikut bergabung, paling tidak jadikan sebagi pembina. 

Disampig itu, perlunya kekompakan dan transparan dalam pengelolaannya, apapun yang terjadi selalu dibicarakan dan musyawarhkan bersama, ‘jangan ada dusat diantara kita’. 

Untuk menarik anggota, adakan berbagai kegiatan yang menari, kalau perlu berikan bonus  dan hadiah, melalui berbagai kegiatan tersebut, dan disini pentingnya kita menggandeng lembaga usaha, CRS dari BUMD/BUMN, dan lain-lainya, dibutuhkan suatu kreatifitas dari para pengurus. 

Akhirnya, ketika sampah dikelola dengan baik dan benar, maka tidak ada tempat untuk berkembangnya organisme penyebab penyakit sehingga lingkungan menjadi sehat. Disamping itu, limbah dan sampah yang dihasilkan tidak lagi dibuang ke sembarang tempat, sehingga lingkungan tetap aman dan terjaga. 

Begitu juga dampak bagi sosial ekonomi, sampah bisa dimanfaatkan menjadi bahan yang lebih berguna dan bisa di daur ulang yang nantinya mempunyai nilai ekonomi. Bahkan bis dimanfaatkan untuk pembagkit energy listrik. 

Sampah yang tadinya dibuang kesembarang tempat tidak ada lagi, yang kemudian saluran air tidak tersumbat, sehingga aliran air menjadi lancar dan jauh dari potensi bencana, seperti banjir. 

(ratman/pp)