Home Siaran Pers Kepedulian Perusahaan Terhadap Isu Lingkungan dan Sosial Menjadi Kunci Bagi Keberlanjutan Bisnis

Kepedulian Perusahaan Terhadap Isu Lingkungan dan Sosial Menjadi Kunci Bagi Keberlanjutan Bisnis

Studi Populix:

494
0
SHARE
Kepedulian Perusahaan Terhadap Isu Lingkungan dan Sosial Menjadi Kunci Bagi Keberlanjutan Bisnis
  • Sebanyak 42% responden mengatakan bahwa mereka familiar dengan isu lingkungan hidup, sementara hanya ada 20% responden yang menjawab familiar dengan permasalahan sosial di Indonesia. 
    Lima dari sepuluh responden mengatakan bahwa kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan mempengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan brand tersebut. 
    Responden Indonesia memiliki persepsi positif terhadap kegiatan CSR perusahaan

JAKARTA - Parahyangan Post - Di tengah berbagai permasalahan lingkungan hidup dan sosial yang terjadi di Indonesia, studi menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia lebih familiar terhadap isu-isu lingkungan hidup dibandingkan isu-isu sosial yang terjadi di tanah air. Temuan tersebut diambil dari hasil studi terbaru Populix berjudul Understanding Consumers' Perception Towards Environmental Sustainability and Social Responsibility yang mengulas seputar kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu lingkungan hidup dan sosial, serta persepsi mereka terhadap kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut. 

“Terlepas dari tingkat kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan hidup dan sosial yang terjadi, masyarakat Indonesia menyadari bahwa mereka memiliki peran untuk turut berkontribusi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup dan sosial melalui gaya hidup dan aktivitas mereka sehari-hari. Salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan oleh masyarakat adalah dengan beralih untuk menggunakan produk-produk yang lebih ramah lingkungan serta memilih brand yang aktif melakukan kegiatan CSR untuk mengurangi permasalahan lingkungan hidup dan sosial di Indonesia. Oleh karena itu, kepedulian perusahaan terhadap isu lingkungan dan sosial menjadi kunci bagi keberlanjutan bisnis di masa depan,” Eileen Kamtawijoyo, Chief Operating Officer Populix menyampaikan. 

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu lingkungan hidup 

Masyarakat Indonesia memiliki tingkat kesadaran yang berbeda terhadap isu lingkungan hidup. Sebanyak 42% masyarakat Indonesia mengatakan mereka familiar dengan isu lingkungan hidup, 55% mengatakan mereka cukup familiar, dan hanya 3% yang mengatakan bahwa mereka tidak familiar dengan isu lingkungan hidup. Adapun tiga isu lingkungan hidup yang paling dikhawatirkan oleh orang Indonesia adalah pemanasan global, polusi, dan pembuangan limbah.  

Sebagai bentuk kontribusi masyarakat Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan, 74% di antara responden mengatakan bahwa mereka berupaya untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, 54% mengatakan mereka menerapkan prinsip 4R (reduce, reuse, recycle, replant), 48% mengatakan mereka memilih untuk menggunakan produk-produk yang lebih mudah terurai, dan 47% melakukan proses daur ulang sampah.  

Di sisi lain, terdapat juga 43% responden menyatakan bahwa mereka memilih untuk menggunakan brand yang mendukung upaya penanggulangan masalah lingkungan hidup sebagai bentuk peran serta mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Unilever, Danone, Adidas, Indofood, dan Ikea menjadi lima brand teratas yang dikenal memiliki kegiatan CSR berfokus pada lingkungan hidup. 

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu sosial 

Hanya ada satu di antara lima responden yang mengatakan bahwa mereka familiar dengan isu sosial, atau sebesar 20%, dengan mayoritas responden tersebut berusia 46-55 tahun di kota Surabaya. Sementara itu, sebanyak 30% mengatakan cukup familiar dan 49% mengatakan tidak familiar dengan isu sosial yang terjadi di Indonesia.  

Kekerasan seksual, korupsi dan tingkat kemiskinan menjadi tiga isu sosial paling diketahui dan dikhawatirkan oleh para responden. 

Sementara itu, sebanyak 54% masyarakat Indonesia memilih untuk menjaga lingkungan pertemanan tetap positif sebagai upaya mereka untuk menjawab isu-isu sosial yang terjadi. Upaya lainnya meliputi 50% masyarakat Indonesia yang meningkatkan pendidikan agama di rumah dan menjaga keharmonisan masyarakat, serta  belajar dengan lebih giat (35%), dan menyediakan lapangan pekerjaan (33%). 

Terdapat pula 20% responden yang memilih menggunakan produk dan layanan dari brand yang menunjukkan dukungan terhadap pengentasan isu-isu sosial, dengan lima brand paling dikenal untuk kegiatan CSR di bidang sosial mereka adalah Unilever, Indofood, Danone, Putera Sampoerna Foundation, dan Bank Mandiri. 

Pandangan masyarakat Indonesia terhadap kegiatan CSR perusahaan 

Berbicara mengenai upaya penanggulangan masalah lingkungan hidup dan isu sosial di Indonesia, banyak brand yang telah melakukan kegiatan CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka. Studi menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut mempengaruhi keputusan orang Indonesia dalam membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan brand, terutama di kalangan responden yang lebih dewasa dengan rentang usia 36-45 tahun. Sebanyak 53% masyarakat Indonesia akan memilih brand yang melakukan kegiatan CSR berfokus pada isu lingkungan hidup, dan 47% masyarakat memilih brand yang memiliki kegiatan CSR untuk menjawab permasalahan sosial di Indonesia. 

Secara umum, masyarakat Indonesia juga memiliki pendapat positif terkait kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan, di mana hal ini terlihat dari hasil studi yang menunjukkan bahwa 47% masyarakat menganggap perusahaan melakukan CSR karena perusahaan merasa hal tersebut akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, 44% masyarakat berpendapat bahwa CSR adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi Indonesia, dan 41% masyarakat memiliki pandangan bahwa perusahaan melihat urgensi untuk mendukung pemerintah menanggulangi isu-isu lingkungan hidup dan sosial melalui CSR yang mereka kerjakan. 

Untuk melihat dan mengunduh laporan lengkap studi Understanding Consumers' Perception Towards Environmental Sustainability and Social Responsibility, silakan mengunjungi tautan berikut ini

## 

Metodologi Survei: 

Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Maret - 1 April 2022. Survei dilakukan secara online melalui aplikasi Populix terhadap 1.023 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun di Indonesia dengan mayoritas responden terdiri dari anak muda belum menikah, sudah bekerja, dan berasal dari SES menengah ke atas. Durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit. Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner tertutup, dengan format pilihan ganda tunggal dan pilihan ganda kompleks.

(rat/rls/rd/pp)