Home Agama KARUNIA YANG BUKAN KARUNIA

KARUNIA YANG BUKAN KARUNIA

#Serial kehidupan# Bagian ketiga

90
0
SHARE
KARUNIA YANG BUKAN KARUNIA

Oleh : Ustadz Abdan Lillaahil ahad

Runtuh jugalah kerajaan Fir'aun yang besar itu akhirnya. Musnah jugalah harta Qorun yang kikir itu. Tumbang jugalah akhirnya kesombongan Namrudz yang kejam dan bengis itu. 
Begitulah semua akhir sejarah kesombongan. Tanpa terkecuali. Kau boleh mendatangkan contoh dari berbagai tempat dan berbagai zaman dan dari berbagai tokoh. 
Semua kisah kesombongan akan berakhir sama. Binasa. Tiga contoh diatas adalah yang paling terkenal dan paling otentik karna tercatat oleh Wahyu.

Tapi, Kau bukanlah Fir'aun, bukan juga Namruzd, apalagi Qorun. Kau hanyalah orang biasa yang ditakdirkan hidup kemudian mengisi ruang sejarah yang tidak terlalu rumit. Tidak seperti mereka. Mungkin kau adalah seseorang dari sekian banyak orang yang telah diberikan karunia dari Tuhan. Karunia kekuasaan, karunia harta, karunia kesuksesan, karunia keturunan dan karunia-karunia yang lain. Tapi apakah itu yang sesungguhnya di sebut karunia menurut versi Allah. 

Sebentar. Jawabanya bisa anda lihat dari kehidupan anda sehari-hari. Orang- orang beriman paling tahu dan bisa membedakan antara karunia sesungguhnya dan yang bukan karunia. Sebab karunia mengandung makna pemberian. Dan pemberian itu hakikatnya hanya akan diberikan kepada orang yang dicintai. Tapi ada makna lain dari karunia. Sama-sama diberikan. Tetapi untuk menjerumuskan orang. Bukan untuk mencintainya. Itulah yang disebut istidraj. Sangat mirip dengan karunia. Bahkan saking miripnya nyaris tanpa beda.

Berbeda dengan keberkahan. Dia memiliki makna pertambahan dan pertumbuhan. Tapi keberkahan yang sesungguhnya mempunyai definisi yang lebih detil. Yaitu bertambah dan bertumbuh bukan hanya materialnya tetapi juga ketaatanya dan keimanannya. Dan itulah biasnya. Kau bisa melihat  dengan mata kepalamu sendiri sekarang. Apakah yang kau miliki ini benar2 karunia atau bukan karunia. Sebab yang bisa mengukur atau mengetahui seberapa taat kau kepada tuhanmu ya cuma kau sendiri. Orang lain hanya menilai. Tapi kaulah yang mengerti hakikatnya. Jujurkah engkau dalam ketaatan atau hanya kamuflase supaya kau di sebut orang taat. Mirip memang. Tapi berbeda. 

Jadi jangan bilang kau telah mendapatkan karunia dari tuhan kalau kau masih belum bisa taat. Percayalah itu bukan lah karunia kawan. Itu adalah sesuatu yang justru akan menenggelamkanmu seperti Fir'aun, Menumbangkan mu seperti Namruz, dan memunasnahkan hartamu seperti Qorun. 

Sesungguhnya ada jenis lain dari karunia . yang orang sering tidak menganggapnya sebagai karunia. Tapi sebagai ujian dan siksaan. Bahkan cenderung lebih dekat kepada Azab. 
Dia bernama karunia gagalan. Orang-orang gagal sering menganggap kegagalan sebagai ujian yang menyedihkan. Tapi orang-orang beriman justru menggapnya sebagai sebuah karunia. Karna dengan kegagalanlah sifat sombong mereka runtuh seketika. Karna kegagalan pulalah alasan untuk mendekati Tuhan menjadi semakin kuat. Dan akhirnya menjadi taat. Kemudian bermunajat sebanyak-banyaknya. Dan pada akhirnya Ketaatanlah yang mengundang keberkahan. 

Nah Disinilah kita perlu waspada. Waspada terhadap karunia sesungguhnya dan yang bukan karunia. Bias-bias inilah yg seringkali menipu kehidupan kita. Sehingga seringkali kita mendapatkan karunia yang bukan karunia. Dan merasa mendapatkan keberkahan yang bukan keberkahan. Sekarang kau sudah tau, apakah yang kau miliki saat ini adalah karunia atau bukan karunia. 

Wallahu'a'lam.. 

*) Abdan Lillahahil Ahad S1 Libya S2 Jordan, saat ini mengelola Tahfidzul Qur'an 30 Juzz Yayasan Semesta Al Qur'an Jakarta dan Tanjungsari Bogor.