Home Nusantara JEMPUT BOLA, ALA JAKPAS DI TENGAH WABAH COVID19

JEMPUT BOLA, ALA JAKPAS DI TENGAH WABAH COVID19

263
0
SHARE
JEMPUT BOLA, ALA JAKPAS DI TENGAH WABAH COVID19

Keterangan Gambar : Jak Pas Antar Langsung Sembako Kerumah-Rumah (foto : ilustrasi/ist)

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) -- Wabah Virus Corona yang dikenal dengan Covid19 ini masih membuat pusing banyak pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah yang terus menggencarkan upaya untuk mengatasi bencana virus yang berasal dari Wuhan ini, antara lain dengan penerapan social distancing sebagai awal yang dilanjutkan dengan pembatasan sosial berskala besar yang disingkat dengan PSBB. 

Penerapan PSBB yang ternyata menimbulkan dampak cukup keras pada sektor industri dan perdagangan ini pun akhirnya mengakibatkan masalah yang cukup serius bagi masyarakat terutama di bidang pangan karena tak sedikit dari mereka yang dirumahkan, pengurangan gaji bahkan menjadi Korban PHK karena perusahaan yang merugi drastis. 

Jakpas sebagai salah satu simpul relawan pendukung Anies Baswedan saat pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu mengambil langkah kreatif "jemput bola", yaitu dengan bahu membahu mulai dari berbagi informasi yang kemudian dilanjutkan dengan berbagi donasi berupa sembako yang langsung diantarkan ke masyarakat yang membutuhkan. 

"Inisiatif ini berawal dari adanya laporan salah satu anggota kami, Ibu Ika Atikah yang mengatakan bahwa ada banyak masyarakat di sekitar rumahnya di bilangan Kebon Baru, Tebet yang belum mendapatkan bansos, baik dari presiden maupun gubernur DKI Jakarta walaupun kondisi mereka cukup memprihatinkan", ujar Azma Nazria. 

Sekretaris Umum Jakpas ini melanjutkan, "Setelah kami mendengar informasi tersebut, kami segera berupaya mengumpulkan apa yang bisa kami berikan, lalu kami kemas menjadi paket sembako yang berisi beras, kurma, bumbu dapur dan lain sebagainya". 

Ketatnya pendataan dansos di wilayah ibukota ini ternyata menimbulkan masalah tersendiri, antara lain kurang mengakomodir masyarakat lapisan bawah akibat terbentur kepada aturan yang berbeda dengan fenomena kenyataan lapangan, seperti  perbedaan alamat antara kartu identitas dan tempat tinggal hingga kasus istri yang belum dicerai tapi tak pernah dinafkahi lagi beserta anak-anaknya, dan lain sebagainya.

"Kami tidak ingin mencampuri urusan birokrasi dan hal ini semata-mata hanya sebagai salah satu wujud rasa prihatin kepada sesama warga ibukota yang pada kenyataannya masih banyak yang hidup susah dengan aneka masalah serius yang harus dihadapi", jelas Azma lagi.

"Terlebih lagi sekarang kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan, bulan berkah untuk berbagi dan jangan sampai masih ada yang bersedih", pungkasnya.

(ratman/rls/an/pp)