Home Nusantara Jelang Kemerdekaan ke-75 Pegiat Lingkungan Adakan Melukis Sungai Ciliwung

Jelang Kemerdekaan ke-75 Pegiat Lingkungan Adakan Melukis Sungai Ciliwung

173
0
SHARE
Jelang Kemerdekaan ke-75 Pegiat Lingkungan Adakan Melukis Sungai Ciliwung

Keterangan Gambar : Rapat Persiapan Kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di Padepokan Ciliwung Condet (sumber foto Didi/PP)

JAKARTA (Parahyanganpost.com) -- Padepokan Ciliwung Condet (PCC) buka pelatihan melukis jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-75. Achmad Maulana menjelaskan, upacara kemerdekaan akan dihadiri oleh berbagai pelukis dan seniman. 

Kata dia, dihari kemerdekaan para pelukis pemula akan menggambarkan goresan Sungai Ciliwung yang mengalir di Ibukota DKI Jakarta. Hal tersebut di maksudkan Ketua PCC melalui seni lukis sebagai sarana perjuangan terhadap Sungai Ciliwung. 

" Upacara 17 (17-8-2020) yang dihadiri para seniman pelukis dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para pelukis akan mencari goresan kali Ciliwung. Peruntukannya ini menjadi sarana perjuangan kali Ciliwung sekaligus seni, kita juga jadikan seremonial tanam pohon," ujar pria yang akrab disapa Lantur, Sabtu (15/8/2020). 

Ia melanjutkan, acara mengisi kemerdekaan dibuka untuk umum dan dasar-dasar seni lukis akan dibimbing oleh para seniman. Selain itu, pengurus PCC menambahkan dalam momen kemerdekaan sekaligus melakukan penanaman pohon dibantaran Sungai Ciliwung. Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh Yayasan Ilmu Tanpa Batas (YITB). 

" Perwakilan dari Yayasan juga kalau mau datang ke acara sederhana dan pelatihan acara dasar-dasar melukis nanti ada yg membina ustadz Maulana," kata Lantur. 

Agus Supriyanto selaku Sekretaris Padepokan Ciliwung Condet (PCC) menghimbau kepada masyarakat pada Minggu tanggal 16 Agustus 2020 untuk mendaftarkan putra/putri mereka melukis diatas kanvas.

Kemudian, pegiat lingkungan itu pun mengajak masyarakat dalam kegiatan melukis juga dapat menyaksikan penghijauan secara serentak di area Sungai Ciliwung, Balekambang, Jakarta Timur. 

" Disini orang tua wajib membawa anak-anak kita karena bang Lantur katakan ini rumah bersama. Kalau bisa yang hadir kita menanam pohon monumen. Sesuai dgn agenda itu semua kita lakukan ayo kita membawa anak-anak kita bukan sekedar event," jelas Agus.

(didi/PP)