Home Hukrim Jaksa Cantik Kejari Jaktim Ungkap Pengalaman Perkara Yang Disidangkan

Jaksa Cantik Kejari Jaktim Ungkap Pengalaman Perkara Yang Disidangkan

75
0
SHARE
Jaksa Cantik Kejari Jaktim Ungkap Pengalaman Perkara Yang Disidangkan

JAKARTA (Parahyanganpost.com) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) ceritakan pengalaman perkara yang belum pernah ditangani. Chyntia Nuryanti SH merupakan salah seorang JPU yang kini berdinas di kantor Kejari Jaktim. 

Menurut dia, selama menjadi JPU perkara Pornografi, Pembunuhan dan ITE belum pernah sekalipun ditangani. Kebanyakan, kasus narkotika di PN Jaktim dia selalu hadir dimeja hijau. Akan tetapi perkara penipuan, penganiyaan dan pembunuhan pun dijumpainya.

" Pastinya banyak perkara yang belum pernah ditangani, kalau disini (Jaktim) ITE, Pornografi, Pembunuhan belum dan masih banyak juga yang belum. Karena volume perkara sedikit yang masuk," ujar JPU yang belum lama pindah dari Kejaksaan Negeri Padang Sumatera Barat, Selasa (19/1/2021). 

Yang berkesan selama menjadi jaksa, justru dipaparkannya perkara persetubuhan yang dilakukan oleh salah seorang ayah. Ironisnya, korban tak lain putri kandungnya sendiri. Sebagai JPU, Chyntia dalam menangani hal tersebut lebih mempertimbangkan diantara sisi kemanusiaan dan penegakan hukum. 

" Disitu-lah saya agak bingung disatu sisi anak itu membutuhkan biaya dari ayahnya. Disisi lain dia (terdakwa) juga melakukan pelecehan, disitulah sisi kemanusiaan dan keadilan," urai personil Kejari Jaktim. 

" Perkara yang menarik itu yang pembuktiannya agak susah dan sebagai jaksa kita perdalam misalnya pembunuhan yang tidak ada saksinya," tandasnya.

Hal yang menarik dialami Chintya, kasus pembunuhan tanpa salah seorang saksi. Lanjutnya, kesulitan lainnya perkara ITE dinilai sulit sebab harus memiliki kompetensi khusus. Dalam seminggu, disampaikan JPU khusus hari Selasa perkara lebih banyak ditangani dibandingkan hari-hari kerja lainnya. 

" Itu juga susah kalau barang buktinya sudah tidak ada back up datanya itu susah ya itu saja palingan (mungkin). Senin, Selasa atau Kamis masih sidang terus dan yang paling banyak hari Selasa, saat ini aja ada 6 perkara," sambungnya. 

Ia menambahkan, sebanyak 10 perkara diterima dalam waktu satu pekan untuk disidangkan ke pengadilan. Terlebih, Chyntia mengulas khusus perkara narkotika yang sedang membludak dibutuhkan penanganan ekstra. 

" Sebenarnya pemerintah ingin memberantas tentang narkotika tetapi narkotika ini sudah kaya penyakit masyarakat. Yang mana kalau kita datang ke setiap pengadilan pasti perkaranya paling banyak narkotika," beber wanita berparas cantik ini.

(didi/pp)