Home Agama Intervensi Langit.

Intervensi Langit.

#Dakwah

130
0
SHARE
Intervensi Langit.

Keterangan Gambar : Ust.Abdan lillahil ahad (sumber foto : ist/dok pribadi)

Oleh: Abdan lillahil ahad

Hari itu, sang nabi pun khawatir. Sebab , untuk pertama kalinya agama ini akan menggelar perang fisik. Ini bukan peperangan biasa. Ini perang paling memilukan sepanjang sejarah ummat manusia. Sebab, diperang ini ayah dan anak saling membunuh . Kakak dan adiknya akan saling menikam, paman dan keponakanya saling memanah, murid dengan gurunya saling mencaci, dan budak dengan tuanya saling tombak. Itulah Perang badar.

Perang pertama dalam islam. Perang yang dijanjikan surga bagi orang yang hadir dalam perang itu dan berpihak kepada nabi. Saking tingginya penghargaan rasul terhadap orang yang ikut perang itu sehingga beliau mengatakan.

 "Ahlul badar sudah diampuni dosa-dosa mereka yang lalu dan yang akan datang".  Itulah yang menyebabkan sang rosul berkali- kali dia berdoa menghadap langit. Dengan doa yang paling dahsyat yang pernah diucapkan oleh seorang nabi yang pernah diutus Allah.

Beliau berdoa", “Ya Allah! Sesungguhnya aku menuntut janji-Mu dan kepastian-Mu. Ya Allah! Jika Engkau berkehendak, niscaya Engkau takkan disembah lagi setelah hari ini." 
 
Begitulah doa itu diriwayatkan oleh Albukhari dengan sanad yang sohih . Sampai ada riwayat yang mengatakan bahwa selendang rasulullah berkali- kali jatuh ketika beliau berdoa karna saking tingginya beliau mengangkat tangan. Sampai bahu beliau yang putih terlihat.  Doa yang sangat memaksa dan penuh harap. 

Pertanyaanya, kenapa sang nabi sampai begitu khawatir ? Apakah dia tidak yakin dengan kemenangan yang Allah janjikan? Tidak bukan itu. Justru beliau sangat yakin. Dan orang-orang yang bersama beliau pun juga sama yakinnya. Karna mereka berperang bersama nabi.  

Disini Beliau ingin menunjukan sisi kemanusiaan. Bahwa nanti setelah hari- hari setelah perang badar pada saat nabi sudah tidak bersama mereka, ummat islam akan banyak mengalami peperangan. Dan sumber energi paling besar yang tidak akan pernah habis adalah energy keyakinan.

Tetapi selain keyakinan dia juga harus punya pegangan lain. Yaitu mengharap intervensi dari langit. Yang dimaksud adalah pertolongan dari Allah. Sebab biasanya ketika kita memulai perjuangan, kita selalu dalam keadaan lemah, lemah selemah-lemahnya. Seperti ketika nabi yang agung itu memulai dakwahnya. Tidak ada kekuatan kecuali hanya energi keyakinan. 

Maka, sejarah perang badar mengajarkan kita paling tidak dua hal dalam memulai perjuangan. Pertama adalah energi keyakinan yang harus kita miliki bahwa campurtangan Allah akan kita rasakan. Tetapi intervensi langit ini tidak datang di permulaan.  dia justru datang pada saat titik akhir energy dan sisa nafas kita. Sebelum hampir kita menyerah. Di ujung batas kemampuan manusiawinya.

Bahwa seakan akan perjuangan ini sia-sia. Tetapi tawakal kita pernah kita titipkan kelangit. Pada saat itulah pertolongan datang.  Disinilah kesabaran seseorang diuji. Sebab memang begitulah prosudur pertolongan dari Allah. Dia hanya akan menurunkan pertolongan jika semua syaratnya sudah lengkap. Salah satu syarat yang paling penting adalah tidak syirik ( tidak menyekutukan Allah) dengan cara apapun dan tidak bermaksiat kepada Allah dalam bentuk apapun.

Maka semua orang yang terlibat dalam perjuangan menuju Allah, semuanya harus memenuhi syarat itu.  Supaya pertolongan Allah segera turun. Jadi kalau kau masih memelihara kesyirikan dalam hatimu maka mustahil Allah akan menurunkan pertolongan. 

Begitulah sejarah akan mengulangi dirinya sendiri. Keyakinan yang penuh dan mengharapkan intervensi dari langit serta memenuhi syarat- syarat kemenagan. Maka, jadilah anda pemenang. Bukan cuma di dunia. Tetapi juga sampai akhirat. Setelah itu barulah anda bisa istirahat panjang.(*)