Home Nusantara INFLASI MALUKU TINGGI, KEMENDAGRI BERI ATENSI

INFLASI MALUKU TINGGI, KEMENDAGRI BERI ATENSI

421
0
SHARE
INFLASI MALUKU TINGGI, KEMENDAGRI BERI ATENSI

Keterangan Gambar : Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA - Parahyangan Post -Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi memberikan atensi ke sejumlah daerah,baik provinsi maupun kabupaten/kota yang angka inflansinya masih tinggi.

Daerah-daerah tersebut diantaranya Provinsi Maluku,Kota Ambon dan Kota Tuai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 November 2023,terdapat 10 provinsi yang inflansinya tinggi yaitu Maluku Utara, Papua Barat, Kepulauan Bangka Belitung,Maluku Di Yogyakarta,Jawa Timur, Sulawesi Tenggara,Kalimantan Timur,Lampung dan Sulawesi Barat.

Adapun 10 kabupaten dengan inflasi tertinggi yaitu Belitung, Sumenep,Marauke , Manokwari,Banggai,Kotabaru,Sikka,Sumba Timur, Buleleng,dan Mimika. Sedangkan 10 kota dengan inflasi tertinggi,yaitu Tual,Sibolga,Ternate,Sorong,Kotamobagu,Ambon,Baubau, Yogyakarta,Tegal dan Surabaya.

"Ini Daerah-daerah yang dipantau inflansinya ,"ungkap Tomsi Tohir saat memimpin rapat koordinasi  Pengendalian inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri,Jakarta, Senin (27/11/2023). Selain itu,Tomsi juga mengungkapkan sejumlah Daerah memiliki indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi IPH ini merupakan bagian dari penyebab tingginya inflasi.

Daerah tersebut meliputi provinsi maupun kabupaten kota, Dimohon teman-teman yang termasuk dalam IPH-nya tertinggi agar betul-betul diperhatikan,"ujar Tomsi yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol)tahun 1990 ini.

Menurutnya, upaya pengendalian inflasi salah satunya harus ,yang saat ini menyesuaikan dengan kondisi iklim,yang saat ini telah memasuki musim ujan.

"Curah hujan yang tinggi diharapkan dapat mendukung upaya pengendalian,terutama dalam penyediaan komoditas. Namun, ditengah hujan curah yang tinggi seluruh pihak terkait perlu mengantisipasi agar tidak terjadi musibah,"ungkap Tomsi yang pernah menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat ini.

Dalam kesempatan itu,Tomsi juga menyebutkan sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga dan perlu penanganan serius dari pihak terkait. Komoditas ini seperti cabai merah,gula pasir,cabai rawit, bawang merah,beras,dan telur ayam.

"Cabai merah yang naik di 358 kota/kabupaten,dan harganya juga diatas Rp 100ribu,begitu cabai rawit naik di 322 Daerah,serta bawang merah yang disparitas  harganya jauh sekali dari 30 ribu sampai Rp 93 Ribu ,"Tandas mantan Kapolda Banten ini.

(yuni/pp)