Home Opini Imajinasi Anak : Superman Bersyahadat

Imajinasi Anak : Superman Bersyahadat

334
0
SHARE
Imajinasi Anak : Superman Bersyahadat

Oleh: J. Faisal
Pemerhati Pendidikan/Mahasiswa Doktoral Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor

 

Anak: “Bunda, aku ingin seperti Superman, bisa terbang dan kebal peluru…”

Bunda: “ooh begitu nak… memang apalagi kehebatan Superman, sayang?”

Anak: “Superman juga selalu membantu orang yang lemah, suka nangkepin penjahat..”

Bunda: “Wah…luar biasa ya Superman itu…”

Anak: “iyaa bunda, kalau sudah besar, aku juga mau bantu orang lain yang sedangkesusahan, dan aku mau nangkepin penjahat juga, bunda…”

Bunda: “Wah hebat anak bunda….bagaimana kalau nanti anak bunda jadi polisi aja, supaya

bisa bantu yang sedang kesusahan dan bisa nangkepin penjahat?”

Anak: “Ngga mau ah bun….polisi kan ngga bisa terbang…”

Bunda: “ooh begitu….? Tapi kan Superman hanya tokoh kartun aja, bukan tokoh atau

manusia beneran. Lagipula, Superman kan tidak beragama Islam seperti kita…”

Anak: “Tapi bunda, nanti kalau sudah besar aku mau bisa terbang betulan…nanti aku mau

pakai sayap yang bisa buat aku terbang…terus aku mau bilang aja sama Superman yang

sekarang  supaya dia masuk agama Islam…hehehheh”

Bunda: “Wah hebat anak bunda, mau menciptakan sayap yang bisa buat manusia

terbang…kalau begitu nanti ajak  Supermannya bersyahadat dulu ya nak….supaya dia bisa

memeluk agama kita, Islam, dan bisa terbang sama kamu sambil baca Al Qur’an di langit….”

Anak: “Iya bun. Oh iya bun…aku jadi ingat kata bu guru di sekolah. Kalau ada orang orang

yang mau masuk agama Islam, harus bersyahadat dulu, iya kan bun…?”

Bunda: “iya sayang. Pntar anak bunda. Tapi ngomong-ngomong, di dalam agama Islam kita,

banyak juga loh sebenarnya orang-orang hebat seperti Superman…bahkan orang-orang ini

lebih hebat dari Superman, nyata lagi. Tidak seperti Superman itu, Cuma

boongan…(bundanya tersenyum)”

Anak: “iya, bun? Siapa bun….siapa?”

Bunda: “Nabi Muhammad, sahabat beliau, dan para pejuang-pejuang muslim lainnya…”

Anak: “Benar, bun…? Cerita dong bun, ayo…cerita tentang Nabi Muhammad dan sahabat-

sahabatnya…”

 

Alhamdulillah, dengan mengikuti alur imajinasi buah hatinya dengan sabar, akhirnya sang bunda bisa memasukkan pemahaman tentang Islam sedikit-demi sedikit kepada anaknya. Tidak serta-merta mematahkan imajinasi tentang ‘tokoh’ sang anak.

Tetapi, terbayanglah bagaimana jadinya jika si bunda anak tersebut tidak mengetahui dan memahami apa dan bagaimana tentang Islam, juga tentang kehidupan Nabi Muhammad Rasulullah SAW, para sahabat beliau, dan kisah tentang para pejuang-pejuang Islam lainnya. Pastinya sang bundapun akan ‘menyetujui’ imajinasi anaknya untuk terus memuja dan mengagumi tokoh pahlawannya, Superman.

Anak-anak kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya imajinasi. Mengapa mereka terkadang sangat antusias terhadap tokoh-tokoh kartun Super Hero buatan Marvel dari Amerika? Ya benar, karena Marvel bisa menciptakan tokoh-tokoh rekaan Super Hero yang bisa memenuhi daya imajinasi anak-anak. Imajinasi yang terkadang memang tidak pernah membatasi daya khayal anak untuk dituangkan ke dalaam bentuk gambar, perilaku, dan pikiran yang nyata.

Lalu pertanyaaannya, apakah sebenarnya arti imajinasi itu? Banyak para ahli psikologi yang telah membuat kesimpulan tentang imajinasi, karena memang sejatinya dengan memahami ilmu tentang imajinasi berarti kita telah masuk ke dalam ranah ilmu psikologi. Tetapi dalam hal ini, penulis hanya akan mencoba untuk mengupas arti imajinasi secara umum.

Menurut  Alfan Arrasuli,  Imajinasi adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan. Dengan imajinasi, manusia mengembangkan sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Ia dapat mengembangkan sesuatu dari Ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekadar pikiran yang terlintas dalam benak. Atau secara umum dapat diartkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum.

Imajinasi lahir dari proses mental yang manusiawi. Proses ini mendorong semua kekuatan yang bersifat emosi untuk terlibat dan berperan aktif dalam merangsang pemikiran dan gagasan kreatif, serta memberikan energi pada tindakan kreatif.

Kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk kecerdasannya. Adapun beberapa manfaat lain ketika anak berimajinasi adalah untuk membuat anak terampil bersosialisasi dan berkomunikasi, membuat anak mampu berpikir kreatif dan menganalisa, memperkaya pengetahuan anak, membuat anak lebih percaya diri, mandiri dan mampu bersaing, serta memunculkan bakat anak.

Dalam perkembangan usia anak-anak, imajinasi dapat berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan berbicara. Dan menjadi sarana bagi anak untuk belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya.

Di masa balita, imajinasi merupakan bagian dari tugas perkembangannya. Sementara pada anak usia sekolah, imajinasi anak berada pada tahap intensitas paling kuat. Sehingga anak memiliki daya menghafal paling kuat, memorisasi yang paling kuat dengan materi ingatan yang paling banyak.

Periode seperti inilah yang harus menjadi perhatian orangtua agar tidak terlewati begitu saja dan bisa membantu menumbuhkan imajinasi anak. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila setiap orangtua mengetahui bagaimana cara menumbuhkan imajinasi anak. Berikut tips dan trik menumbuhkan imajinasi anak, antara lain:

 

1.   Beri respon positif terhadap imajinasi anak

Tempatkan diri anda sebagai pendengar yang baik dan aktif dengan memberikan pertanyaaan-pertanyaan yang bersifat kreatif dan mengarah kepada hal-hal positif, seperti yang dilakukan sang bunda di dalam dialog di atas.

2.   Orangtua harus selalu mempunyai pengetahuan yang lebih dari sang anak.

Artinya, orangtua harus selalu dituntut untuk terus menambah ilmu pengetahuannya tentang  segala hal yang menjadi  daya tarik si anak, sehingga anak akan merasa mempunyai ‘teman’ yang bisa mengerti tentang dunia imajinasi yang diminatinya. 

 

3.      Luangkan waktu untuk menemani anak bermain

Kita bisa memberikan kebebasan pada anak untuk mengarahkan dan memimpin permainan dimana kita terlibat aktif di dalamnya. Atau kita bisa membacakan buku cerita dan mendongeng untuk anak, khususnya cerita tentang tokoh-tokoh panutan Islam sehingga anak dapat mengenali dan mengidolakan tokoh-tokoh panutan Islam sedari kecil


4.      Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak.

Suasana yang rileks dan aman akan memudahkan anak untuk mengembangkan imajinasinya, oleh karena itu penting bagi orangtua untuk memastikan tidak ada benda-benda tajam dan membahayakan dalam ruang bermain anak, di samping suasana kondusif yang telah diciptakan.

 5. Hindari terlalu banyak melarang anak

Larangan kerap bersifat menghambat kreativitas, alangkah lebih baiknya bila kita menggantikan kalimat larangan dengan kalimat anjuran yang lebih bersifat memotivasi anak.

 

Manusia dalam mengarungi perjalanan hidupnya senantiasa dipenuhi rasa ingin tahu tentang realitas yang berhubungan dengan dirinya dan alam, sebab itu apa saja yang di saksikannya selalu memotivasi dirinya untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam. Pada tingkat ini kinerja akal manusia mulai mulai bergerak ke arah yang lebih jauh memahami hakikat realitas wujud. Penyaksian dan pengamatan alam natural mulai bersifat imajinatif. Namun untuk sampai pada sebuah gerakan imajinasi yang tepat dan benar mestilah di dukung oleh prinsip-prinsip akal.

 

Wallahu’alam  bissowab