Home Hukrim HRS Divonis 4 Tahun dan dr Andi Tatat 1 Tahun Penjara Kasus Tes Usap RS Ummi

HRS Divonis 4 Tahun dan dr Andi Tatat 1 Tahun Penjara Kasus Tes Usap RS Ummi

187
0
SHARE
HRS Divonis 4 Tahun dan dr Andi Tatat 1 Tahun Penjara Kasus Tes Usap RS Ummi

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] -- Habib Rizieq Shihab serta dr. Andi Tatat dinyatakan bersalah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes usap di RS Ummi, Bogor Jawa Barat. Atas informasi bohong tersebut berdampak keonaran di masyarakat. 

Dalam perkara nomor 225 terdakwa Rizieq Shihab di vonis selama 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Khadwanto melalui amar putusan menyatakan terdakwa Moh Rizieq bin Sayyid Husein Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. 

" Turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama primair penuntut umum," terang ketua tim majelis hakim PN Jaktim, Jum'at (25/6/2021). 

Kemudian, dalam pembacaan amar putusan pada hari Kamis 24 Juni 2021 majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Rizieq Shihab selama 4 tahun. Hakim juga menetapkan barang bukti dalam nomor perkara 224 dengan terdakwa Muhammad Hanif Alatas. 

" Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sejumlah Rp 5.000," jelas amar putusan majelis hakim PN Jaktim. 

Sebelumnya, Rizieq dianggap melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 
Rizieq, menurut JPU, bersalah dan melanggar dakwaan primer, yakni Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Sementara, dr Andi Tatat Bin M. Azhar Toha dalam keterkaitan kasus tes usap di RS Ummi di vonis 1 tahun penjara. Khadwanto dengan didampingi Muarif dan Suryaman menyampaikan bahwa dr Andi Tatat terbukti bersalah. 

Menyatakan terdakwa dr Andi Tatat Bin M. Azhar Toha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja, menerbitkan keonaran dikalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama primer penuntut umum. 

" Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun," bunyi amar putusan. 

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan barang bukti dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa senilai Rp 5000,-. Namun demikian, dari putusan 1 tahun tersebut baik terdakwa maupun penasehat hukum menolak dan menyatakan banding.

(didi.pp)