Home Polkam HMI Berjuang Indonesia Menang, Meretas Peneguhan Otensitas Perjuangan HMI.

HMI Berjuang Indonesia Menang, Meretas Peneguhan Otensitas Perjuangan HMI.

Tasyakuran dan Milad HMI ke-74

114
0
SHARE
HMI Berjuang Indonesia Menang, Meretas Peneguhan Otensitas Perjuangan HMI.

Keterangan Gambar : Ketua Umum HMI MPO, Afandi Ismail, Memotong Tumpeng, Diserahkan Kepada Eggi Sudaja dan Tamsil Lirung, Menandai Estafet Regenerasi dalam Acara Tasyakuran dan Milad HMI MPO ke-74 (Foto : Azma/PP)

JAKARTA, (Parahyanganpost.com) – HMI Berjuang Indonesia Menang dan Meretas Peneguhan Otensitas Perjuangan HMI, demikian tema besar Tasyakuran dalam rangka Milad ke-74 Himpunan Mahasiswa Islam MPO yang digelar di Gedung Juang, Jakarta, Ahad (21/02). Selain kegiatan secara offline kegiatan tasyakuran dan milad HMI ke 74 tersebut juga dilaksanakan secara online via zoom meeting yang diikuti oleh jjejaring HMI di seluruh Indonesia.

Para tokoh nasional yang tampak hadir dalam perhelatan tersebut, antara lain, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI,Tamsil Linrung, Pengacara dan Aktivis Eggi Sudjana, Akademisi dan Analis Politik Ubeidilah Badrun, serta para tokoh aktivis dan alumni HMI MPO, Ketua Umum dan pengurus serta anggota HMI MPO Cabang Jakarta Raya, para tamu undangan lainnya.

Acara dibuka oleh, Anggota DPD RI, Tamsil Linrung, dalam kata sambutanya Tamsil Linrung menegaskan, melihat situasi dan kondisi ditengah-tengah berbangsa dan bernegara saat ini, kader HMI harus terus bersuara keluar.

Perlunya ada ide-ide alternatif yang bisa dengan nilai-nilai Islam sebagai solusi problem kebangsaan dengan rasa Islam.

"Resolusi HMI seratus (100) tahun ke depan perlunya merumuskan pondasi kebangsaan yang baik yang diridhoi oleh Alloh SWT,  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berkemajuan, “jelas Tamsil Linrung. 

Usai pembukaan acara dilanjutkan dengan Orasi Kebangsaan, oleh tokoh HMI MPO yang juga pengacara tingkat nasional, Dr.Eggi Sudjana, SH, M.Si. 

Mantan aktivis penentang azas tunggal di era Orde Baru ini, secara tegas menyampaikan bahwa, sudah 74 tahun perjalanan pergerakan kita, tetapi kondisinya negeri ini masih memperihatinkan, ini harus menjadi renungan dan intropeksi diri bagi kita semua. 

“Kalau mau Indonesia menang, jadikan visi Indonesia ‘Beriman dan Bertaqwa’, bagaimana mau membangun Indonesia bertaqwa, harus memiliki misi ‘Amar Ma’ruf Nahi Mungkar’. Untuk itu bikin programnya “ASI”, Ajarkan Al Quran, laksanakan Sholat lima waktu dan Infaq,” jelas pria yang pernah merasakan hotel prodeo karena suara kritisnya.

Disela-sela acara tasyakuran dan Milad HMI ke 74 tersebut juga di adakan Soft Launching Buku “Meretas Peneguhan Otensitas Perjuangan HMI” oleh penulisnya Dr.Syafinuddin Al Mandari yang juga pernah menjadi Ketua Umum HMI MPO. Buku tersebut saat ini masih dalam proses editing dan layout, akan di cetak sekitar bulan Maret dan akan di Lauching secara besar-besaran pada 14 April 2021 mendatang, bertepatan dengan 35 tahun HMI MPO.

Dalam kesempatan itu juga dipresentasikan tentang salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, dalam bidang transportasi, yaitu PT. Trans Jakarta oleh Iwan Syams yang juga Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) mewakili Direktur Utama, hal ini sebagai upaya sosialisasi kepada warga masyarakat secara luas tentang inovasi dan kreatifitas program pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam mengelola transportasi di ibu kota. 

Diakhir acara, seminar membedah ‘HMI Berjuang Indonesia Menang dan Meretas Peneguhan Otensitas Perjuangan HMI,dengan narasumber Ubeidilah Badrun, Suryadi Nomi dan Yusuf Hidayat serta moderator kader HMI MPO, Abu Bakar. 

Disesi akhir acara ditutup dengan pelantikan Korps HMI Wati (KOHATI) Cabang Jakarta Raya. Dimana KOHATI memiliki fungsi sebagai wadah peningkatan dan pengembangan potensi kader HMI dalam wacana dan dinamika keperempuan.

KOHATI merumuskan tujuanya, terbinanya muslimah yang berkualitas Insan Cita dan Insan Akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di Ridhoi Alloh SWT. 

(ratman/imansyah/mahdi/pp)