Home Opini HITUNG CEPAT, CEPAT SEKALI

HITUNG CEPAT, CEPAT SEKALI

212
0
SHARE
HITUNG CEPAT, CEPAT SEKALI

Keterangan Gambar : Agung Marsudi (sumber foto : ist/pp)

Oleh : Agung Marsudi
Duri Institute

PESTA demokrasi Indonesia 2024 sudah usai. Terkait pilpres yang menjadi sorotan, publik meyakini hasil penghitungan KPU tidak akan jauh-jauh dari hasil quick count (hitung cepat) beberapa lembaga survei. Yang menang girang, yang kalah nampak mulai sewot dan ngotot.

Persoalan yang muncul kemudian, adalah menabuh genderang isu "curang". Bahkan film dokumenter Dirty Vote sudah mengkampanyekan, adanya kecurangan jauh sebelum pemilihan. Belum perang, sudah difilmkan siapa "curang', siapa "dalang". Film bau pesanan.

Nyatanya, pemilu berjalan damai, lancar, dan nyaris "tanpa gejolak", sesuatu yang diharapkan banyak pihak.

Janji reformasi ingin menggeser praktik penyelenggaraan negara yang berpusat pada negara, menjadi berbasis kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan, jauh panggang dari api. Era reformasi sudah berumur 25 tahun, tapi binalitas demokrasi dan banalitas korupsinya justru menjadi-jadi.

Soal, hitung cepat, cepat sekali. Itulah demokrasi. Tak perlulah rakyat lalu diajak bergerak, atas nama selamatkan demokrasi. Ngaku demokrasi, tapi ketuanya gak ganti-ganti.

"Kalah, mata merah, amarah, bukan jiwa ksatria"

Fakta obyektifnya, iklim demokratis pun tak sanggup menjawab rasa keadilan sosial. Sebab Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dilupakan.


Jakarta, 18 Februari 2024