Home Agama HIMA EKSYAR LAA ROIBA DALAM KAJIAN KEILMUAN KEUTAMAAN BULAN SYAWAL

HIMA EKSYAR LAA ROIBA DALAM KAJIAN KEILMUAN KEUTAMAAN BULAN SYAWAL

Oleh: wan aba alqadrie

246
0
SHARE
HIMA EKSYAR LAA ROIBA DALAM KAJIAN KEILMUAN KEUTAMAAN BULAN SYAWAL

 HIMA EKSYAR LAA ROIBA DALAM KAJIAN KEILMUAN KEUTAMAAN BULAN SYAWAL

Oleh:  Wan Aba Alqadrie

Hima Eksyar adalah Himpunan Mahasiswa ekonomi Syariah bentuk Kegiatan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah IAI-Nasional Laa Roiba yang berkedudukan di Bogor, dalam salah satu kegiatannyaya yang disebut KSEI HELO yang di pimpin Ketua Azwar Abdurrahman Zunaedi mengadakan acara online kajian Keilmuan bertema “Keutamaan di Bulan Syawal” kegiatan di pimpin oleh Adnan sebagai ketua pelaksana kajian mahasiswa, pada Sabtu (28/05/2022)

Pemateri kali ini oleh Dr.H. Arman Paramansyah, MM, yang juga Dosen tetap di IAI-Nasional Laa Roiba, beliau selain dosen juga aktivis dari beberapa Ormas Pemuda dan Keagamaan, juga penulis aktif beberapa buku Manajemen dan lainnya,  yang juga menjabat Wakil Sekretaris LPTNU PWNU Jabar saat ini.

Dalam materinya Dr. Arman atau pak Arman demikian dipanggilnya memberikan Judul “Saat Ramadhan Berlalu (Hikmah di Bulan Syawal)” mengajak semua peserta kajian untuk intropeksi pda saat ini syawal, ketika  Romadhon berakhir adalah bulan yang penuh hikmah, berkah yang juga sebagai sarana Diklat kita.

Acara kajian ini dengan moderator Siti Mariam dari semester 2, acara dibuka dengan membacakan bio data pemateri, dan dihadiri oleh pengurus dan anggota KSEI HELO IAI-Nasional Laroiba. Dan juga mengatur jalannya kajian ini dengan baik, agar menghidupkan acara agar semua peserta tertarik hingga akhir.

Dr.H. Arman melanjutkan kajiannya bahwa setelah berakhirnya Ramadhan dan memasuki Syawal banyak umat islam menggunakan kesempatan untuk mudik, yang setelah pandemi covid-19 dan Omicron selama 2 tahun terakhir, melakukannya dengan bahagia yang pasti penih kegembiraan dan semangat bisa bertemu sanak famili dan kerabat di kampung halamannya. dalam Mudik buatlah dengan niat Birrul walidain dan Silaturahim,

Dilanjutkan oleh beliau  Makna Lebaran adalah “laburan,” yang berarti memberi warna cat putih
bersih, baru tanpa noda., Lebaran adalah “leburan” yang berarti menghapus dosa antar saudara, Lebaran adalah “luberan” yang berarti mengalirkan harta dan apa yang kita punya dalam kondisi apapun.

Juga dalam kajiannya pemateri mengatakan ada beberapa keutamaan pada bulan Syawal,

  1. Bulan Fitrah Syawal adalah bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya,  Dengan catatan, ibadah puasa yang dijalaninya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keimanan
  2. Puasa 6 hari pahalanya setara satu tahun. Puasa 6 hari pada bulan Syawal ini biasanya dilakukan mulai hari kedua dari bulan Syawal, karena di hari pertama adalah hari raya idul fitri yang diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
  3. Bulan Baik untuk menikah, Menikah pada bulan Syawal ini tidak ditentukan pada tanggal berapa pun dan pada hari apa pun, karena sudah termasuk suatu kebaikan bagi yang melaksanakannya.
  4. Bulan Silaturahim, Syawal adalah bulan yang baik untuk menyambung tali silaturahmi, sebagaimana hadist, “Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (relatif) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya." (HR Bukhari).
  5. Bulan Keceriaan, Di bulan Syawal, seluruh umat Islam harus merasa bahagia. Maka, bagi masyarakat yang tergolong miskin mendapatkan zakat fitrah dari para Muzakki.
  6. Bulan peningkatan Ibadah, artinya Syawal adalah bulan peningkatan amal kebaikan, oleh karena itu, kita diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas ibadah setelah satu bulan sebelumnya menjalani ibadah puasa Ramadhan dan juga di bulan-bulan selanjutnya.

Jika kita kangen ibadah RAMADHAN , maka sungguh PUASA, TILAWAH, TARAWIH (tahajud) terbuka di bulan-bulan yang lainnya.

Kajian ditutup dengan Doa oleh Pemateri dan foto bersama.