Home Hukrim Handphone Batangan PS Store, JPU: Hadirkan Bea Cukai dan Karyawan Toko Ponsel

Handphone Batangan PS Store, JPU: Hadirkan Bea Cukai dan Karyawan Toko Ponsel

101
0
SHARE
Handphone Batangan PS Store, JPU: Hadirkan Bea Cukai dan Karyawan Toko Ponsel

JAKARTA (Parahyanganpost.com) - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (JPU Kejari Jaktim), Indra Cosmas Silalahi SH menjelaskan sidang perkara PS Store menghadirkan saksi dari Bea Cukai.

Dalam kesaksiannya, dikatakan JPU awal penggerebekan toko ponsel di Condet, Jakarta Timur berdasarkan rentetan penemuan hp tanpa kelengkapan di Surabaya, Jawa Timur.

" Kanwil Bea Cukai awalnya dari informan berdasarkan yang di Surabaya dan pengamatan di Condet barang dari Jimmy," ujar Indra, Senin (24/8/2020).

Diketahui, Frenky duduk sebagai saksi dari Kanwil Bea Cukai DKI Jakarta memaparkan permasalahan terbongkarnya kepabeanan dan menyeret sejumlah nama-nama dibidang bisnis handphone.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim PN Jaktim Tri Andita SH MH dengan didampingi I Wayan Sakanila SH MH dan Novian Saputra SH MHum.

Menurut Indra, selain petugas Bea Cukai pengelola toko PS Store juga dimintai keterangan dihadapan majelis hakim PN Jaktim. Putra Siregar duduk selaku Terdakwa kini berstatus sebagai tahanan kota.

" Petugas Bea Cukai Frenky. Pengelola freelance karyawan Lahata mengakui disetor ke Condet. Koordinator (saksi Lahata) dalam arti dia bertanggung jawab ke semua (toko)," ungkapnya.

Putra Siregar dalam dakwaannya melanggar Pasal 103 huruf d UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan dan UU RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Lebih lanjut, penuntut umum mengatakan agenda pekan depan sejumlah saksi ahli akan didatangkan termasuk petugas Disperindag.

Disisi lain, Jimmy disebut-sebut dalam persidangan pemasok handphone ke PS Store dan kini tercatat sebagai DPO petugas. Menurut dia, didakwakan Jimmy tengah dalam pencarian petugas yang sebelumnya para saksi menjelaskan juga kenal dengan yang bersangkutan.

" Kalau kami lihat di dakwaan (Jimmy) memang masih dalam daftar pencarian orang inilah yang kami tidak bisa mengomentari. Tadi kan disampaikan sudah kenal dari mulai dari Condet di toko klien kami," terang Rizki Dirgantara SH.

Perihal izin Rizki mengatakan, PS Store sejak tahun 2017 saat memulai bisnis handphone di bilangan Condet, Jakarta Timur. Dan kala itu, Jimmy kerap menawarkan berbagai jenis merk ponsel ke PS Store.

Secara tiba-tiba menurut dia, petugas Bea Cukai datang pada saat pesanan dari Jimmy turun ke toko. Lalu kemudian seluruh seluruh barang milik PS Store diperiksa petugas Bea Cukai.

" Seperti apa yang dikatakan disampaikan larise begitu barang datang pas Bea Cukai datang itu yang mungkin lengkap dipersidangan. Apakah kebetulan atau sebagainya kami tidak bisa mengomentari," jelas dia lagi.