Home Disaster Gempa Bumi Tektonik M 6,9 di Tahuna Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Tektonik M 6,9 di Tahuna Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

35
0
SHARE
Gempa Bumi Tektonik M 6,9 di Tahuna Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

SULUT (Parahyanganpost.com) -- Gempa Bumi Tektonik dengan magnitude 6,9 melanda wilayah Sulawesi Utara, Minggu (06/09) pukul 22.23.43 WIB. 

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitude M=6,9.  Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,42 LU dan 125,92 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 280 km arah Utara Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 117 km.

Menurut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktifitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( Thrust Fault ). 

Lebih lanjut, Rahmat Triyono juga menyampaikan bawa guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Tahuna dan Siau III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Untuk hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.


Hasil monitoring BMKG, hingga pukul 22.45 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Untuk itu Rahmat Triyono selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG merekomendasikan, dan berpesan kepada masyarakat, dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


“Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. Dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, ” jelas Rahmat Triyono. 

(rat/pp)