Home Agama Fachrul Razi: Perbaiki Komunikasi untuk Menciptakan Perdamaian Dunia

Fachrul Razi: Perbaiki Komunikasi untuk Menciptakan Perdamaian Dunia

Webinar Internasional Agama-agama Abrahamik Institut Leimena

116
0
SHARE
Fachrul  Razi: Perbaiki Komunikasi untuk Menciptakan Perdamaian Dunia

Keterangan Gambar : Menteri Agama RI Fachrul Razi pada Webinar Internasional bertema PERAN KELUARGA AGAMA-AGAMA ABRAHAMIK DALAM MENINGKATKAN PERDAMAIAN DUNIA, di Jakarta 27/10.

Fachrul  Razi: Perbaiki Komunikasi untuk Menciptakan Perdamaian Dunia

Webinar Internasional  Agama-agama Abrahamik Institut Leimena

Jakarta, parahyangan-post.com- Situasi politik dunia pada saat ini belum memungkinkan pemeluk agama Abrahamik berkomunikasi yang bebas melalui jalur negara untuk meningkatkan perdamaian dunia.

Untuk itu diperlukan peran lembaga non pemerintah (keluarga)  karena lembaga  seperti ini hampir tidak mempunyai hambatan dalam berkomunikasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama RI Fachrul Razi pada webinar intrernasional bertema PERAN KELUARGA AGAMA-AGAMA ABRAHAMIK DALAM MENINGKATKAN PERDAMAIAN DUNIA, di Jakarta 27/10.

Webinar diselenggarakan oleh Institut Leimena. Ikut menjadi pembicara, antara lain Chairman Institut Leimena, Jakob Tobing. Senior Fellow Institut Leimena Dr. Alwi Shihab, Ketua Umum Dewan Fatwa Uni Emirat Arab dan Presiden Forum for Promoting Peace in Muslim Societies , Sheikh Abdallah bin Bayyah, Ketua Umum PBNU Prof. K.H. Said Aqil Siroj, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti.  Direktur Internasional Hubungan Antar Agama, American Jewish,  Rabbi David Rosen, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Pendeta Gomar Gultom  dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

“Di sinilah peran strategis yang dapat diambil oleh Abrahamic Faith Round Table  ini. Tugas utamanya adalah mencari titik-titik temu sebagai keluarga besar agama-agama Abrahamik untuk dapat bekerja sama demi perdamaian dan kemajuan peradaban manusia,” tutur Razi.

Dikatakan Razi, semua agama mengajarkan kebaikan kepada para pemeluknya. Semua agama mendorong umatnya untuk mewujudnyatakan nilai-nilai agama dan kebajikan dalam hidup dan kehidupan mereka, baik sosial, politik, udaya, ekonomi, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan semua agama juga mengajarkan akan adanya kehidupan yang lebih abadi, di akhirat kelak. Ajaran eskatologi agama-agama penting untuk memotivasi para pemeluk agama agar mereka berbuat kebaikan dan kemuliaan sepanjang hidupnya di dunia. Tiga agama yakni Yahudi, Kristen, dan Islam yang dikenal sebagai agama-agama Abrahamik, ketiganya mengakui dan menempatkan tokoh Abraham, bukan hanya dalam jalinan hubungan keturunan darah daging tetapi lebih-lebih sebagai teladan.

 “Namun demikian, kita juga mengetahui dan mengakui dalam sejarah agama-agama bahwa hubungan dan relasi antara ketiga agama Abrahamik tersebut tidaklah selalu hidup dalam kedamaian karena hadirnya berbagai perbedaan kepentingan yang ikut bersamanya,” tambah Razi.

Perbedaan kepentingan tersebut, tambah Razi,  telah ikut mengganggu hubungan dan relasi antara agama-agama Abrahamik tersebut. Perdamaian dunia ikut terganggu oleh karena hubungan dan relasi yang tidak harmonis tersebut. Salah satu contoh bagaimana persoalan relasi dan hubungan antara Israel dan Palestina, di mana di wilayah ini lahir dan hidup anakanak keturunan Abraham dan hidup ketiga komunitas agama Abrahamik.

“Tetapi kita terus menyaksikan bahwa perdamaian di wilayah ini belumlah selesai dan tuntas sebagaimana yang kita harapkan dan impikan bersama,” tambahnya lagi.

Sementara itu Chairman Institut Leimena, Jakob Tobing mengatakan, mengacu pada pengalaman sebagai bangsa yang sangat beragam, terdiri dari ratusan suku dan bahasa yang hidup di puluhan pulau Indonesia  adalah saksi, bahwa membangun komunikasi dan menjaga hubungan baik di tengah perbedaan adalah kunci perdamaian.

“Kami percaya bahwa kami, yang memiliki kepercayaan yang sama dengan keturunan Abraham, jika kami berhasil membangun komunikasi yang saling menghargai, tentunya bisa mengatasi perbedaan bahkan perselisihan yang terjadi di antara kita. Hanya komunikasi yang saling menghargai yang bisa memberikan yang adil dan langgeng,” tuturnya.

Sedangkan Alwi Shihab mengatakan pemeluk agama Abrahamik (Samawi) setuju bahwa perdamaian merupakan hal yang sangat berharga bagi umat.

Semua agama besar yang hidup memiliki komitmen kuat untuk perdamaian. Namun, dengan penyesalan yang mendalam, perdamaian telah disembunyikan oleh sejumlah tujuan lain dan tujuan itu bertentangan dengan prinsip utama agama masing-masing.

“Untuk itulah perlu dialog dan  komunikasi yang terus menerus dan  saling mempercayai guna menciptakan perdamaian,” tambahnya. *** (aboe/pp/rls)