Home Edukasi Etika Komunikasi, Sikap Penting yang Perlu Diterapkan di Dunia Kerja

Etika Komunikasi, Sikap Penting yang Perlu Diterapkan di Dunia Kerja

298
0
SHARE
Etika Komunikasi, Sikap Penting yang Perlu Diterapkan di Dunia Kerja

JAKARTA – Parahyangan Post - Forest Interactive Indonesia bermitra bersama Binus University melalui acara tahunan bertajuk “Binus Career Festival Seminar” (BFest). Acara ini diadakan dengan tujuan memberikan kompetensi kepada mahasiswa Universitas Binus mengenai profesionalitas kerja sehingga nantinya para peserta siap untuk memasuki dunia kerja. BFest diadakan pada tanggal 20-23 Mei 2022 dengan menghadirkan sejumlah praktisi sebagai narasumber untuk mendukung suksesnya acara. 

Berangkat dari gagasan tersebut, Forest Interactive turut hadir menyukseskan BFest dengan menghadirkan Priscilla Tjin, Marketing and Business Development Wallet Codes Indonesia (platform pembelian voucher gim milik Forest Interactive) sebagai narasumber. Priscilla membawakan materi berjudul “Ethics in Professional Communications”.  

Pemaparan materi oleh Priscilla disaksikan oleh lebih dari 200 mahasiswa Binus University. Priscilla menyampaikan pentingnya mengetahui etika berkomunikasi dalam lingkungan kerja “Penting bagi kita untuk mengetahui etika dalam berkomunikasi dengan rekan kerja. Etika berkomunikasi merupakan sebuah pedoman dasar yang harus dimiliki individu ketika memasuki dunia kerja. Karena dengan hal tersebut, kita jadi tahu untuk menempatkan diri kita dalam berkomunikasi”, jelas perempuan yang akrab disapa Pris tersebut. 

Selanjutnya perempuan yang juga hobby bermain game PC ini juga menambahkan ada empat kunci dalam menjaga etika komunikasi “Perlu diingat bahwa etika berkomunikasi merupakan suatu hal yang harus bisa kita tanamkan dalam diri kita. Ada empat kunci dalam berkomunikasi diantaranya transparan dan jujur, pelajari lawan bicara, hormati privasi, dan terakhir tentukan waktu dan tempat yang tepat. Ketika hal tersebut dapat secara alami kita lakukan, maka proses komunikasi dapat menjadi lebih lancar,” tambah Priscilla. 

Priscilla juga menerangkan etika komunikasi akan berbeda tergantung dengan audiens yang dihadapi. Pada kesempatan yang dimiliki, Priscilla memberikan contoh kasus bagaimana ketika harus berkomunikasi dengan jenis audiens yang berbeda. Mulai dari persiapan, pendekatan yang dilakukan, hingga ketika ingin mengakhiri komunikasi. “Tentunya etika komunikasi yang berlaku ketika kita berkomunikasi dengan klien, manajer, dan rekan kerja tidaklah sama. Pendekatan yang dilakukan memerlukan persiapan yang berbeda pula,” ujar Priscilla. 

Menurut Priscilla, berikut adalah beberapa cara untuk menjalin komunikasi sesuai jenis audiens yang dituju: 

1.       Berkomunikasi dengan klien 

Dalam menjalin komunikasi dengan klien melalui email, awali email dengan mengucapkan salam. Setelah mengucapkan salam, perkenalkan diri anda dan darimana anda mendapat kontak klien tersebut. Sampaikan maksud tujuan email anda setelah memperkenalkan diri. Jika anda berencana untuk mengadakan pertemuan dengan klien, maka ajukan tawaran waktu sesuai kebutuhan anda. Terakhir, sampaikan salam penutup dan pastikan anda meminta kontak personal seperti nomor WhatsApp untuk memudahkan alur komunikasi.  

2.       Berkomunikasi dengan manajer 

Ketika berkomunikasi dengan manajer atau atasan, kita dapat memulai komunikasi dengan mengucap salam dilanjut dengan menanyakan apakah mereka bersedia untuk berbincang dengan kita. Hal ini penting sebab seorang manajer memiliki waktu yang terbatas untuk berbincang di sela-sela kesibukan mereka. Ketika mereka mempunyai waktu luang dan bersedia untuk berbincang, sampaikan informasi yang perlu anda utarakan kepada manajer anda. Terakhir, jangan lupa ucapkan terimakasih dan salam penutup.  

3.       Berkomunikasi dengan kolega 

Menjalin komunikasi dengan kolega, dapat dilakukan dengan cara yang lebih kasual tetapi dengan tetap menjaga kesopanan. Awali pembicaraan dengan obrolan santai atau “small talk”. Tanyakan kabar kolega anda atau kesibukan apa yang sedang mereka lakukan. Setelah itu, barulah anda dapat mulai masuk kedalam inti perbincangan yang anda ingin sampaikan. Terakhir, akhiri perbincangan anda dengan salam dan terimakasih.  

Priscilla metutup  sesi dengan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh peserta. Dengan ditutupnya acara ini, diharapkan peserta sudah memahami etika komunikasi yang ada di dunia kerja. Forest Interactive berharap untuk dapat terus menebar manfaat melalui kemitraan lainnya bersama Universitas Binus ataupun pihak lain. 

Tentang Forest Interactive 

Forest Interactive adalah perusahaan penyedia platform konten yang menghasilkan pendapatan untuk operator seluler dengan mitra lebih dari dari 90 operator seluler dan 1.3miliar pelanggan dari 39 negara. Perusahaan yang lahir tahun 2006 ini mengoperasikan platform yang dapat disesuaikan untuk Mobile Network Operators (MNO), service delivery platforms (SDP), mobile games publishing, e-voucher, hingga mobile e-sports. Forest Interactive berkantor pusat di Malaysia. Hadir di Indonesia sejak 2010. Temukan aktivitas Forest Interactive lebih lanjut di LinkedIn, Instagram, Facebook, dan YouTube. 

(rd/dhaf riz/pp)