Home Edukasi Dr. Arief Subhan M.Ag Jabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dr. Arief Subhan M.Ag Jabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Gantkan Prof. Dr. Masri Mansoer M.Ag.

86
0
SHARE
Dr. Arief Subhan M.Ag  Jabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Keterangan Gambar : Dr. Arief Subhan M.Ag

Dr. Arief Subhan M.Ag  Jabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Gantikan Prof. Dr. Masri Mansoer M.Ag.

Jakarta, parahyangan-post.com Dr. Arief Subhan M.Ag  diangkat menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, menggantikan Prof. Dr. Masri Mansoer M.Ag.

Selain Dr. Arif,  Rektor UIN Syarif Hidayatullah  Prof. Dr. Hj. Amany Lubis MA juga melantik Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud sebagai Wakil Rektor Kerjasama. Dr. Lily menggantikan Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti MA. Pelantikan berlangsung Jumat, 19 Februari 2021.

Menurut Rektor UIN Syarif Hidayatullah, pengangkatan dua wakil rector tersebut melalui  proses pertimbangan yang cukup panjang dan pemenuhan mekanisme aturan yang diperlukan

“Keputusan ini diambil untuk mengakselerasi pelaksanaan program kerja bidang kemahasiswaan, kerjasama, dan pengembangan kelembagaan sesuai visi dan misi Universitas di tengah tantangan dunia perguruan tinggi yang makin kompleks. Selanjutnya, pergantian diharap tetap memelihara sinergi dan kolaborasi seluruh elemen Kampus dalam pengembangan UIN Jakarta ke depan,” tuturnya, seperti rilis yang diterima parahyangan-post.com.

Selanjutnya, baik Prof. Dr. Masri Mansoer M.Ag dan Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti MA dikembalikan sebagai guru besar di fakultas masing-masing. Profesor Masri merupakan Guru Besar Sosiologi Agama di Fakultas Ushuluddin, sedangkan Profesor Andi merupakan Guru Besar Ilmu Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Agenda

UIN Jakarta memiliki sejumlah agenda yang perlu terus dikembangkan  dan berkomitmen dalam pelaksanaan pendidikan berkualitas di berbagai jenjang kesarjanaan untuk bidang keilmuan umum dan keislaman, memperkuat good university governance, mendorong internasionalisasi untuk kontribusi akademik dan pengabdian masyarakat yang lebih optimal. UIN Jakarta juga memiliki agenda transformasi di tahun 2021 ini dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

Guna mencapai berbagai program akademik dan non akademik, diperlukan kerja sama lebih erat antar unsur pimpinan. “Bahwa untuk menjamin tercapainya visi dan misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta perlu adanya kerja sama yang baik antara pejabat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan melakukan lompatan dalam kinerja dan pembenahan terhadap permasalahan yang ada, terutama di bidang kemahasiswaan dan kerja sama,” tandas Rektor.

Lebih jauh, Rektor menegaskan pergantian kedua wakil rektor merupakan hal yang lazim dalam sebuah organisasi publik guna memaksimalkan upaya pengembangan organisasi tersebut. Pergantian juga diharapkan bisa disikapi positif dengan tetap menjaga sinergi dan kolaborasi seluruh elemen sivitas UIN Jakarta dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai UIN Jakarta. “Mari bersama-sama kita majukan UIN Jakarta dalam mewujudkan pendidikan berkualitas bagi generasi muda bangsa, menjadi destinasi keilmuan dan keislaman, sekaligus role model pusat integrasi keilmuan dan keislaman di tanah air,” harapnya lagi.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan PTKIN dengan status universitas paling pertama dengan bertransformasi dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2002 lalu. Kini UIN Jakarta bersiap untuk meningkat menjadi PTN Badan Hukum. Terdapat 78 program studi hingga kini yang ditawarkan di 12 fakultas, seperti Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Dirasat Islamiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan Sekolah Pascasarjana.

Membantah

Sebelum beredar informasi Prof Masri, bersama rekannya, Prof Andi Bakri Faisal dicopot secara sepihak oleh rektor.

"Kami diberhentikan tanpa proses klarifikasi, pemeriksaan yang sesuai dengan aturan kepegawaian dan peraturan perundang-undangan," tegas tokoh Muhammadiyah ini, seperti yang dikutip di harian Republika.

Prof Masri menilai, Rektor telah memberhentikan secara sewenang-wenang dan diduga melanggar peraturan perundang-undangan.

Prof Masri menambahkan, pemberhentiannya dari Warek III Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu diduga masih berkaitan dengan statusnya sebagai saksi dan tergabung dalam upaya pengungkapan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etik di kampusnya.*** (aboe/pp/rls)