Home Edukasi Disiplin Dan Tauladan, Kunci Keberhasilan Dalam Pembinaaan di Pondok.

Disiplin Dan Tauladan, Kunci Keberhasilan Dalam Pembinaaan di Pondok.

784
0
SHARE
Disiplin Dan Tauladan, Kunci Keberhasilan Dalam Pembinaaan di Pondok.

CIBINONG [www.parahyangan-post.com] - Menjadi seorang pendidik adalah tugas mulia demi memperbaiki masa depan umat ini. Sebuah lembaga pendidikan akan selalu berbanding lurus dengan kualitas pendidiknya. Oleh sebab itu, menjadi seorang pendidik butuh ilmu dan skill khusus yang tidak bisa dicapai secara instan. Butuh waktu, keseriusan, dan totalitas untuk benar-benar bisa menjadi seorang pendidik yang baik.

Dalam  mewujudkan hal tersebut diatas, pengelola Pondok SMP SMA Quran Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, mengadakan pelatihan sehari. Dalam satu kegiatan One Day In House Training. Guna membekali para pembina  dan seluruh staf dalam meningkatkan skill di bidang  pengasuhan dan kedisiplinan, jumat (19/9/2021).

Dormitory Educator Academy (Dea)  Institut sebagai satu lembaga diklat yang konsen di bidang pengasuhan. Bekerjasama dengan Kafa Institut dan YPWI  yang membawahi  lembaga pendidikan formanya berafliasi ke Diknas Kabupaten Bogor dan Propinsi  Jawa Barat.
Dua materi yang dihadirkan yaitu Ust. Ibrahim Mandres dan Ust Puguh  alias Mrs Poo.  

Disiplin menjadi materi pelatihan karena disiplin merupakan pangkal keberhasilan. Sedangkan peran sebagi ayah dipilih menjadi materi pelatihan karena pesantren dan atau sekolah merupakan rumah kedua bagi para santri. Para pengasuh  dan guru di pondok merupakan orang tua kedua bagi para santri. 

Pimpinan Pondok Dr.Samsuddin mengemukakan kalau pelatihan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kompetensi pendidik di pondok pesantren. "Keberadaan mereka di pondok selama 3-6 tahun  merupakan fase penting dalam perjalanan hidup mereka. Fase ini harus mereka lewati dengan arahan dan pembinaan yang baik", ujarnya.

Disiplin menjadi materi pelatihan karena disiplin merupakan pangkal keberhasilan. Sedangkan peran sebagai ayah dipilih menjadi materi pelatihan karena pesantren dan atau sekolah merupakan rumah kedua bagi para santri. Para pengasuh dan guru di pondok merupakan orang tua kedua bagi para santri.

(Anwar A/rt/pp)