Home Ekbis Dimasa Pandemi COVID-19, WMI Himbau Relawan dan Warga Menanam Tanaman Produktif

Dimasa Pandemi COVID-19, WMI Himbau Relawan dan Warga Menanam Tanaman Produktif

186
0
SHARE
Dimasa Pandemi COVID-19, WMI Himbau Relawan dan Warga Menanam Tanaman Produktif

Keterangan Gambar : Salah satu kegiatan di Wahana Visi Indonesia (sumber foto : WVI/is/pp)

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) -- Ketua Umun Wahana Muda Indonesia (WMI) Handriansyah menghimbau agar para Relawan WMI dan warga untuk menanam Tanaman produktif penopang kebutuhan harian diperkarangan Rumah.

Himbauan WMI ini dikeluarkan sebagai usaha mengatasai permasalahan ekonomi dan keterbatasan sumber panganan pokok yang diakibatkan oleh Wabah Corona (COVID-19) yang tengah melanda Indonesia.

"Jadi program ini bisa dikatakan sebagai usaha untuk memperkuat ketahanan pangan warga, karena pandemi covid-19 ini belum bisa dipastikan kapan berakhirnya" kata Handriansyah, Minggu (10/05/20).

Handriansyah menyarankan para relawan dan warga memanfaatkan tanah perkarangan ataupun menggunakan media tanam lain bagi warga yg tidak memiliki perkarangan.

"Jadi konsepnya, warga bisa menanam Ubi Kayu, sayuran, cabai, tomat hingga daun bawang diperkarangan rumah, atau bagi yang tidak memiliki tanah bisa menggunakan pot bunga, ember bekas hingga botol air mineral untuk media tanam yg digantung didinding pagar ataupun tembok rumah" urai Handrian.

Handrian menegaskan, hingga saat ini belum ada kepastian kapan Pandemi COVID-19 ini akan berakhir di Indonesia, meski banyak para ahli dan bahkan pemerintah sendiri bersuara memprediksi berakhirnya covid-19. Atas dasar itu WMI menghimbau Para Relawan dan warga untuk bersiaga dg ketahanan pangan mandiri disetiap rumah.

"Hari ini kran impor barang dari luar negeri mandeg, kebutuhan akan barang harian tinggi sedangkan didalam negeri sendiri warga petani juga terbatas geraknya akibat penerapan PSBB oleh pemerintah" ungkap Handrian.

Handrian berharap para petani didaerah mengambil peran siaga pangan dengan menanam tanaman yang menjadi kebutuhan primer dan sekunder baik padi, jagung, kentang, bawang merah dan bawang putih dan lainnya yang selama ini pasokannya sangat bergantung pada luar daerah dan luar negeri.

"Jadi contohnya kalo petani didaerah menanam Bawang putih maka suplai bawang putih beberapa bulan kedepan bisa dari hasil murni petani indonesia dan tidak dari China lagi, karena selama ini suplai bawang putih di pasaran Indonesia di dominasi oleh China". Jelasnya.

(rls/pp)