Home Siaran Pers Digital Marketing di Era Pandemi

Digital Marketing di Era Pandemi

93
0
SHARE
Digital Marketing di Era Pandemi
Digital marketing berbasis kolaborasi menjadi salah satu cara paling efisien dan efektif yang dapat dilakukan oleh para pelaku marketing di tengah keterbatasan gerak dan imbauan jaga jarak fisik. 

Jakarta – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menyebabkan terjadinya multikrisis. Semua pihak harus berubah agar bisa bertahan. Termasuk, pelaku marketing dalam memasarkan produknya. Pemasaran digital atau digital marketing berbasis kolaborasi menjadi salah satu jalan keluar. Isu inilah yang mencuat di acara webinar bertajuk “Strategi Pemasaran Digital, Tren, dan Prospek di Era Pandemi” yang diselenggarakan oleh elfo, 19 – 20 Mei 2020. 

Data yang dihimpun elfo, intensitas dan interaksi audiens melalui layar gawai meningkat sejak pandemi dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kondisi ini diprediksi akan sama ketika memasuki era normal yang baru. 


Berdasarkan pantauan elfo, belanja iklan digital meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir. Sebaliknya, belanja media konvensional terus mengalami penurunan selama masa pandemi. Hal ini sejalan dengan data Statista. Belanja iklan digital di Indonesia baik melalui classifieds, video, social media, banner, hingga search advertising pada tahun 2020, setelah disesuaikan dengan dampak akibat Covid-19, diprediksi meningkat sebesar 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp 21 miliar). Atau, naik 15,15 persen year on year (yoy) dibandingkan Maret tahun 2019 yang mencapai 1,3 juta dolar AS (sekitar Rp 18 miliar). 

Di masa ini, bertransformasi ke arah digital marketing berbasis kolaborasi pun jadi jalan keluar yang paling efektif. Hal ini dikarenakan tidak semua pihak memiliki kompetensi yang sama di saat mereka harus beradaptasi dalam waktu yang cepat. 

Seperti yang dirasakan oleh MRA Media. Di tengah keterbatasan aktivitas sosial dan imbauan jaga jarak fisik, tak ada lagi event yang diadakan secara off-line, semuanya beralih ke virtual. Kegiatan berbasis daring seperti talkshow dan konser bersama dengan brand lain atau pelaku hiburan menjadi pilihan terbaik. 

Mereka lantas menggandeng elfo, perusahaan yang memiliki keahlian di bidang pemasaran digital, untuk menawarkan acara daring kepada klien. Melalui kolaborasi ini diharapkan mereka dapat melahirkan acara daring yang memiliki sensasi sama layaknya acara off-line. “Pada kondisi seperti seperti ini, memilih mitra terbaik dan tepat adalah kunci utama,” kata Head of Marketing Communication MRA Media Dedy Koswara. 

Sementara perusahaan bioskop seperti CGV memilih aktif mengadakan gelar wicara melalui kanal Instagram di masa pandemi. Untuk menarik audiens, mereka mengundang influencer sebagai pembicara. “Kami tetap bisa mendapat pemasukan dar sponsor atau kemitraan dengan pihak ketiga,” ujar Head of Sales and Marketing CGV Manael Sudarman. 

Sebagai perusahaan marketing teknologi yang menawarkan berbagai alat solusi dan layanan digital, elfo sudah menyiapkan beberapa layanan untuk membantu praktisi pemasaran di tengah kondisi pandemi seperti saat ini. “Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara ini sudah menjadi concern kami,” kata Country Director elfo Indonesia Dynna Tresnasari. 

elfo mewujudkan bentuk kesungguhan dan komitmen itu dengan meluncurkan berbagai produk berbasis digital dan teknologi. Antara lain, elfoA2P (platform komunikasi iklan SMS yang paling skalabel untuk menjangkau audiens), elfoDSP (platform programatik yang memberdayakan industri periklanan digital dalam mendorong kesadaran, keterlibatan dan penjualan dan mendapatkan pengembalian tinggi terhadap investasi). 

Ada lagi, elfoMobi (jaringan afiliasi yang membantu perusahaan untuk memperluas bisnis mereka secara global dengan memberikan kinerja lalu lintas terbaik, arahan berkualitas dan ROI tertinggi), elfoAIM (alat andal dan instan untuk membangun kanal serta laman untuk keperluan iklan), elfoMAP (platform otomatisasi untuk mengoptimalkan kampanye pemasaran melalui email dan meningkatkan keterlibatan pelanggan), hingga Pemasaran Digital (layanan untuk meningkatkan akuisisi pelanggan dan meningkatkan konversi secara daring). 

Dynna berpendapat, inilah momentum terbaik bagi para pelaku marketing untuk mengubah cara kerja ke arah digital. “Kelak ketika pandemi usai, kita termasuk target audiens sudah terbiasa melakukan segala aktivitas secara digital,” tutupnya. *** 

Tentang elfo 
elfo adalah perusahaan marketing teknologi yang menawarkan berbagai alat solusi dan layanan digital untuk klien. Antara lain, perencanaan digital, optimalisasi tingkat konversi, manajemen media sosial, pemasaran kinerja, SEO, dan banyak lagi. Sebagai sub-divisi dari Forest Interactive, elfo menghadirkan pengetahuan dengan latar belakang yang luas dalam lanskap teknologi yang dinamis dan akses ke beragam jaringan dengan operator jaringan seluler, penyedia konten, instansi pemerintah, grup konsumen, perusahaan, dan mitra konten di seluruh Asia, Timur Tengah hingga Amerika Serikat. 

Tentang Forest Interactive 
Forest Interactive adalah perusahaan penyedia platform konten yang menghasilkan pendapatan untuk operator seluler dengan mitra lebih dari dari 50 operator seluler dan 1,1 miliar pelanggan dari 33 negara. Perusahaan yang lahir tahun 2006 ini mengoperasikan platform yang dapat disesuaikan untuk Mobile Network Operators (MNO), service delivery platforms (SDP), mobile games publishing, e-voucher,? hingga mobile e-sports. Forest Interactive berkantor pusat di Malaysia. Hadir di Indonesia sejak 2012. (rls/pp)