Home Edukasi Dari Sisi Gelap dan Terang Habibie Soeharto

Dari Sisi Gelap dan Terang Habibie Soeharto

Resensi Buku

92
0
SHARE
Dari Sisi Gelap dan Terang Habibie Soeharto

Keterangan Gambar : Cover buku Habibie & Soeharto

Dari Sisi Gelap dan Terang Habibie Soeharto

Judul                     : Habibie dan Soeharto

Pengarang          : Andi Makmur Makka

Penerbit              : Imania & Habibie Center/193 hal/2020

Menarik membaca buku Habibie dan Soeharto. Buku karangan Andi Makmur Makka ini menceritakan detil  sisi sisi ketika penyerahan kepemimpinan Negara dari Soeharto kepada Habibie.

Andi Makmur Makka merupakan orang kesayangan Habibie dan buku ini adalah yang ke 50 buku hasil karyanya tentang Habibie.

Buku setebal 193 halaman ini juga diisi dengan beberapa foto atau gambar tentang peristiwa seputar Habibie dan Soeharto.

Kita tahu, Habibie adalah salah seorang yang sangat dirindukan oleh Soeharto terutama ketika Habibie bersekolah di Jerman dan ketika ia diminta kembali ke Indonesia dan mendirikan industri pesawat terbang Nusantara (IPTN)

Tetapi tak banyak orang yang tahu detik detik di mana Habibie tidak bisa menjumpai Soeharto padahal Habibie sangat ingin memeluknya. Kisah ini dijabarkan dengan bahasa yang gamblang sehingga bukan saja orang Jawa tetapi juga orang Pare Pare akan paham, kenapa Habibie tak bisa menemui Soeharto.

Di sisi lain ada semacam pembiaran bahasa terutama bahasa Jawa yang kerap diucapkan Soeharto yang jika salah menterjemahkan maka berakibat lain persoalannya. Contoh kasus saat Habibie diminta mundur bersama sama dengan Soeharto. Habibie yang memang dididik intelektual sangat tidak ingin mundur karena alasan yang tidak bisa dimengerti olehnya.

Buku yang diterbitkan Imania bekerjasama dengan The Habibie Center ini patut dibaca tidak hanya oleh para intelektual, tetapi juga masyarakat umum bahkan mahasiswa. Dengan cover Habibie yang tengah membonceng Soeharto, nyaris dianggap seperti Kyai yang tengah dibonceng Santrinya. Menurut Andi Makmur Makka, sejatinya buku ini merupakan karya jurnalistik yang ketika itu ia menjadi redaktur di sebuah harian ibukota. Hal yang patut disimak sebelum membaca buku ini adalah pertanyaan,  hendak dibawa ke mana Soeharto ketika dibonceng? Lalu di mana sahabat sahabat Soeharto saat akan lengser Keprabon itu. Semua dikupas tuntas di buku ini.*** (Tyo)