Home Disaster Danlanud Atang Sanjaya Marsma Eding Sungkana:

Danlanud Atang Sanjaya Marsma Eding Sungkana:

Sehari ada 2 Penerbangan ke Lokasi Bencana Terisolir

218
0
SHARE
Danlanud Atang Sanjaya Marsma Eding Sungkana:

Keterangan Gambar : Danlanud Atang Sanjaya Marsma Eding Sungkana. (foto aboe)

Banjir dan tanah longsor yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada tanggal 1-2 Januari 2020 lalu menyiskan duka yang amat dalam. Namun kesiapan masyarakat, baik perorangan maupun organisasi masyarakat, bahkan partai politik, dalam menyikapi patut diapresiasi. Tanpa dikomando mereka langsung turun tangan meringankan penderitaan korban. parahyangan-post.com  kali ini melihat dan mengikuti dari dekat pergerakan kaum relawan tersebut, yang tiada kenal lelah, -siang-malam-, mengumpulkan, menyalurkan dan memberikan terapi (therapy healing)  pasca bencana kepada korban, terutama untuk menghilangkan trauma bagi anak-anak.

Tulisan ini adalah yang ke 3, memuat wawancara wartawan parahyangan-post dengan Danlanud Atang Sanjaya Marsekal Utama (Marsma) Eding Sungkana. Laporan juga akan dimuat di tabloid ALINEA BARU sebagai Liputan Utama.

Danlanud Atang Sanjaya Marsma Eding Sungkana:

Sehari ada 2 Penerbangan ke Lokasi Bencana Terisolir

 

Bogor, parahyangan-post.com- Kita sudah berjalan seminggu lebih  menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam dan tanah longsor di Kabupaten Bogor. Sehari ada 2 kali penerbangan.  Sekali penerbangan bisa mengangkut sekitar 1,5 ton.  Jadi  sampai hari ini (Minggu 12 Januari-red) sudah sekitar 16 kali penerbangan atau sekitar 25 ton sumbangan.

Bantuan pertama jelas dari Kepala Staf Angkatan Udara, kemudian dari komunitas komunitas lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.  Bantuan dari komunitas lain itu dikoordinir oleh  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Bogor. Kita tidak menampung barang terlalu  banyak di sini. Karena sebagian besar barangnya ada di kabupaten. Di sini hanya ada sekitar tiga ton yang siap untuk diterbangkan setiap harinya. Kalau ada penerbangan diangkut, kalau kosong diisi lagi.

Lokasi yang terparah di sekitar Kecamatan Sukajaya. Di  Sukajaya itu ada 4-5 titik, yang sampai sekarang belum bisa dilalui kendaraan roda 4. Jadi akses ke sana terputus sama sekali.  Yang terakhir, yang agak jauh itu namanya Ciloksa yang paling terpencil. Sampai sekarang pun belum bisa ditempuh, bahkan dengan kendaraan roda dua 2 (motor trail) sekalipun. Jadi aksesnya masih dalam  proses pembukaan yang  ditangani oleh bupati dan pemerintahaan daerah. Kapan bisa selesainya (bisa dibuka) kita tidak tahu karena cuaca juga masih ekstrim.

Sesuai dengan apa yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, tanggap darurat bencana ini berlangsung sampai tanggal 17 Januari 2020. Namun bisa saja sebelumnya ditutup kalau memang sudah cukup, bisa juga diperpanjang, sesuai dengan perkembangan kondisi di sana.*** (aboe)