Home Hukrim Cat Pesawat Kepresiden Telan Biaya Miliaran Lembaga CBA Kirim Surat Terbuka ke Mensesneg

Cat Pesawat Kepresiden Telan Biaya Miliaran Lembaga CBA Kirim Surat Terbuka ke Mensesneg

115
0
SHARE
Cat Pesawat Kepresiden Telan Biaya Miliaran Lembaga CBA Kirim Surat Terbuka ke Mensesneg

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] - Center For Budget Analysis (CBA) melayangkan surat terbuka kepada Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Surat terbuka ini tak lain mengkritik biaya cat serta perawatan pesawat VVIP Kepresidenan RI. 

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi menyampaikan ada dua proyek untuk pemeliharaan pesawat VVIP kepresidenan sebesar Rp 45, 7 miliar. Hal ini diutarakan CBA dari penelusuran dokumen RUP (Rencana Umum Pengadaan) Kementerian Sekretariat Negara pada tahun 2020. 

" Kami dari CBA (Center For Budget Analysis) ingin bertanya kepada Menteri Setneg Pratikno, Berapa sih nominal angka Anggaran ngecat Pesawat kepresidenan atau pemeliharaan pesawat VVIP Kepresidenan," terang Uchok, Selasa (10/8/2021). 

Menurut CBA, didalam satu proyek dengan kode RUP 22432000 mempunyai anggaran sebesar Rp 25, 7 miliar terkait pengecatan pesawat tersebut. Sedangkan dengan kode RUP 22433549 yang mempunyai nilai sebesar Rp 20 miliar. 

" Kemudian dari proyek sebesar Rp 45, 7 miliar ini, banyak publik tidak tahu. Yang diiketahui publik adalah anggaran ngecat pesawat kepresidenan sebesar Rp 2,1 miliar. Sedangkan dua proyek pesawat Kepresidenan sebesar Rp 45, 7 miliar seperti disembunyikan dalam labirin kantor Setneg sendiri," kata Lembaga CBA. 

" Maka untuk itu, pihak Setneg sebaiknya memberikan penjelasan secara detail kepada publik, untuk biaya apa saja anggaran sebesar Rp 45, 7 miliar dikeluarkan. Apakah anggaran sebesar Rp 45, 7 miliar sudah termasuk untuk ngecat pesawat Kepresidenan sebesar Rp 2,1 miliar. Karena alokasi anggaran Rp 2,1 miliar tidak ada dalam dokumen RUP (Rencana Umum Pengadaan)," sambungnya. 

Kata dia, tetapi yang penting, pihak Setneg harus menjelaskan anggaran sebesar Rp 45, 7 miliar dipakai untuk apa saja. Misalnya, kalau ada kabel pesawat yang rusak, maka harus dijelaskan kabel merek apa. Atau perkakas seperti apa yang diperbaiki sehingga negara harus mengeluarkan anggaran yang begitu tinggi sampai sebesar Rp 45, 7 miliar

Selanjutnya, dia menjelaskan, selain anggaran diatas pihak Setneg juga mengeluarkan anggaran lain untuk program pesawat Kepresidenan. Yaitu ada proyek pemeliharaan Hanggar untuk pesawat Kepresidenan sebesar Rp 2, 1 miliar. 

" Padahal pada tahun 2020 proyek pemeliharaan Hanggar kepresidenan Hanya sebesar Rp 1,1 miliar. Jadi Anggaran untuk proyek pemeliharaan hanggar Kepresidenan dari tahun 2020 ke 2021 seperti disulap membengkak sebesar Rp 1 miliar," ungkapnya. 

Selain itu, Sekretariat Negara juga harus menguras APBN untuk proyek-proyek pesawat Kepresidenan seperti pada tahun 2021 ada proyek CCTV untuk hanggar pesawat Kepresidenan sebesar Rp 148 juta. Dan pada tahun 2020, ada juga proyek proyek yang boros, dan tidak masuk akal untuk pesawat kepresidenan seperti pemeliharaan kebersihan pesawat Kepresidenan sebesar Rp 2,1 miliar. 

Kemudian, proyek pemeliharaan mekanikal, Elektrikal hanggar pesawat Kepresidenan sebesar Rp 519 juta. Sehingga proyek-proyek seperti pemeliharaan pesawat kepresidenan ini jadi tempat yang "Basah" bagi orang orang Setneg. 

" Bagaimana tidak basah, dua proyek saja seperti pemeliharaan pesawat VVIP Kepresidenan sebesar Rp 45,7 miliar dengan memakai metode pengadaannya hanya penunjukan langsung. Jadi enak dong perusahaan yang ditunjuk jadi pemenang. Pantesan mereka kelihatan lebih enak dan nikmat mengurus proyek pesawat Kepresidenan daripada urusin COVID-19," papar Uchok Sky Khadafi.

(didi/pp)