Home Nusantara Buang Sampah Sembarangan Jadi Penyebab Banjir

Buang Sampah Sembarangan Jadi Penyebab Banjir

92
0
SHARE
Buang Sampah Sembarangan Jadi Penyebab Banjir

Atasi Pendangkalan, Wali Kota Serang Bersama TNI Dan POLRI Gotong Royong Membersihkan Saluran 

SERANG (Parahyanganpost.com)
-- Sebentar lagi Kota Serang dan Beberapa daerah lainnya akan memasuki musim penghujan. Situasi ini pun harus diantisipasi mengingat terdapat area rawan genangan air atau banjir di Kota Serang.

Gotong royong untuk menjaga kebersihan saluran air merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh warga sejatinya harus saling mengingatkan, untuk tidak membuang sampah sembarangan, utamanya di sekitar saluran air. Sebab, hal tersebut berpotensi dapat menyebabkan banjir.


Inilah yang ditekankan Wali Kota Serang Saprudin ketika terjun langsung dan ikut bersih-bersih pengangkatan sampah kompak bersama TNI Dan Polri dan juga warga setempat membersihkan saluran air,  di saluran irigasi skunder Miring Pasar Rau yang mulai mengalami pendangkalan.(12/08).

Menurut Kang Sap, sapaan akrabnya, pembersihan saluran tersebut tujuannya agar saluran air ini bisa kembali lancar seperti semula. Dirinya berharap, seluruh masyarakat bersama-sama menjaga saluran tersebut.

“Gotong royong ini harus dilakukan secara rutin,sehingga saluran air yang sudah lama tertumpuk sampah, yang membuat saluran air tidak lancar, dan akan mengakibatkan banjir saat musim hujan. Untuk itu, saya berharap dan mengajak masyarakat agar bisa menjaga dan merawat saluran air ini, dan masyarakat harus disiplin dalam membuang sampah,” ujarnya.

Pada kesempatan Lain
Ir.Nugraha Surya Sentana, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Serang mengatakan, Berdasarkan data yang ia miliki, hampir sebagian besar area rawan genangan air diakibatkan oleh masalah drainase. Ditambah lagi, dengan kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan. Gaya hidup ini pun mengakibatkan penumpukan sampah di saluran air sehingga timbul genangan air.

Nunu sapaan akrabnya berpendapat, sebagian besar masyarakat menutup saluran didepan rumahnya secara permanen. Sehingga Situasi ini pun menyebabkan warga yang membuang sampah di bagian hulu lalu terbawa aliran air akan sulit melakukan pemeliharaan saluran. "Karena got atasnya dicor," katanya.

Kondisi got tertutup menyebabkan aliran air hujan lebih memilih melewati trase jalan. Hal ini pun mengakibatkan munculnya genangan air di sepanjang jalan. Apalagi, terdapat bangunan di tepi jalan yang membangun aspal sehingga air tak bisa tersaring ke dalam tanah. "Hal ini menambah debit banjir yang masuk," jelasnya.


Di sisi lain, Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Moch Mudrik,Sip menegaskan, pihaknya sebenarnya selalu rutin memelihara dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Dalam hal ini terutama perihal bahayanya kebiasaan buang sampah sembarangan. Di setiap pertemuan rutin di Kelurahan atau di lapangan, yang  intens menyisipkan materi imbauan agar warga patuh terhadap larangan buang sampah di badan sungai atau saluran drainase.

(La/PP)