Home Edukasi Buang Pendidikan Gaya Bank

Buang Pendidikan Gaya Bank

Kemerdekaan Belajar

309
0
SHARE
Buang Pendidikan Gaya Bank

Keterangan Gambar : Kepala Sekolah SMA Pondok Karya Pembangunan (PKP), Jakarta Islamic School Drs. Yayat W. Herianto, MM. (foto aboe)

Jakarta, parahyangan-post.com-Satu dari empat program prioritas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim adalah memberikan kemerdekaan belajar dan mengajar bagi dunia pendidikan. Guru diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengekplorasi bakat terpendam anak didik. Sementara anak didik diberi kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang disukainya dan tidak harus terikat oleh mata pelajaran pokok. 

Meski konsep dari program tersebut belum final. Juklak dan juknisnya belum disosialisasikan.  Namun dunia pendidikan langsung meresponnya secara positif.

Seperti apa konsep kemerdekaan belajar yang diharapkan oleh tenaga pendidik? Kepala Sekolah SMA Pondok Karya Pembangunan (PKP), Jakarta Islamic School Drs. Yayat W. Herianto, MM mengatakan yang dimaksud dengan  sekolah merdeka  untuk kemerdekaan belajar adalah saat anak diberi kesempatan untuk mengekpresikan dirinya sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

“Sekolah yang memiliki kemerdekaan adalah sekolah, di mana anak didik tidak dituntut menghafal. Tetapi anak dituntut untuk melakukan analisis terhadap apa yang ia dapat,” tutur Yayat saat bincang-bincang dengan parahyangan-post, di kantornya, belum lama ini.

Menurut Yayat, sekolah yang menghafal berarti pendidikannya gaya bank. Kalau anak dididk dengan gaya bank berarti dia menerima saja. Akibat menerima saja resikonya anak akan menghafal. Kalau tidak menghafal anak akan mencontek.

“Maka kemerdekaan belajar itu adalah atmosfir yang dibangun sekolah supaya anak itu memiliki dan melahirkan berbagai macam potensi yang dimilikinya,” tegasnya.

Telah Mulai

Di SMA PKP  JIS sendiri, menurut Yayat, pihaknya sudah memulai kemerdekaan belajar ini  jauh sebelum program tersebut digemakan. Berbagai macam  aktivits memberikan kemerdekaan siswa / guru dan orang untuk melakukan sesuatu.

“Kita memiliki berbagai kegiatan yang memungkinkan anak mengembangkan potensinya. Dari sisi keilmuan kita memiliki program yang namanya public ekspose hasil penelitian. Dari sisi pengembangan sastra kita mempunyai apresiasi sastra.  Dari pengembangan seni dan budaya kita mempunyai banyak program,” terang Yayat.

Selain itu, tambah Yayat, SMA PKP JIS  juga  mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan non akademik yang disukai. Antara lain  dengan musik.

“Kita mempunyai  aktivitas yang namanya carnival sebagai event yang menyatukan seluruh budaya dan berbagai macam kegiatan. Carnival ini berlangsung setiap tahun,” tutupnya.

Yayat mengatakan sekolahnya selalu merangsang kreativitas anak-anak didik agar tumbuh dan berkembang, sehingga banyak lulusannya yang berprestasi di tingkat nasional di bidang yang dia dalami.  ***(aboe)