Home Disaster BPBD DKI Jakarta Raih 2 Penghargaan Tangguh Award 2016

BPBD DKI Jakarta Raih 2 Penghargaan Tangguh Award 2016

1,121
0
SHARE
BPBD DKI Jakarta Raih 2 Penghargaan Tangguh Award 2016

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Saat Menerima Penghargaan Tangguh Award 2016 yang di adakan BNPB di Manado (Kamis,13/10/2016)

MANADO, Parahyangan-Post.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan bergengsi Tangguh Award 2016. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Deny Wahyu Haryanto pada acara Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2016 yang berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (13/10).

Untuk tahun 2016 ini BPBD Provinsi DKI Jakarta meraih 2 (dua) kategori penghargaan, Pertama ; untuk Kategori Website Terbaik Tingkat Provinsi (bpbd.jakarta.go.id). Kedua, untuk Kategori Pengelola Data dan Pusdalops BPBD Terbaik Tingkat Provinsi.

Selain dua penghargaan tersebut dari Provinsi DKI Jakarta juga memboyong penghargaan Tangguh Award untuk kategori Tokoh Inspiratif  Reksa Utama Anindha dari BNPB Tangguh Award 2016 Tingkat Nasional yang diterima oleh Usman Firdaus, S.Kom, Pendiri/Ketua Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci), Pengurus Forum PRB DKI Jakarta yang juga mitra kerja BPBD DKI Jakarta.

Perlu diketahui bahwa pada tahun 2013 dan tahun 2015 BPBD DKI Jakarta juga pernah mendapat Penghargaan serupa Tangguh Award untuk kategori website terbaik dan Pengolah data Pusdalos terbaik tingkat provinsi.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Deny Wahyu Haryanto mengatakan bahwa Tangguh Award merupakan event tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dimana untuk tahun 2016 ini diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, dengan mengambil tema 'Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Untuk Ketangguhan.' Dimana BPBD DKI Jakarta juga ikut ambil bagian dengan membuka stand pameran bersama dengan mitra kerjanya stake holder partnership for disaster resilient.

"Peringatan Bulan PRB telah menjadi agenda nasional sejak tahun 2012, Penyelenggaraan event ini sesuai dengan semangat Nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019," jelas Deny Wahyu Haryanta.

Penyelenggaraan acara ini juga sejalan dengan pengarusutamaan di tingkat internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) telah mempromosikan budaya PRB, termasuk pencegahan bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan sejak 2009. UNISDR menetapkan 13 Oktober sebagai Hari Peringatan PRB Internasional.

Peringatan tahunan ini memberikan kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan dan konsepsi PRB oleh berbagai pihak. Pada akhirnya, para pihak dapat saling meningkatkan kemitraan dalam penanggulangan bencana di Provinsi DKI Jakarta khususnya dan Indonesia pada umunya serta memberikan komitmen bersama, khususnya antar pemangku kepentingan.

Bulan PRB merupakan momentum untuk selalu mengarusutamaan PRB sehingga kesadaran tangguh melekat pada masyarakat dan menjadi suatu budaya dalam menghadapi bahaya dan bencana.

(ratman/pp)