Home Disaster Banjir Serta Longsor Tewaskan 10 Orang Warga Dan 3 Orang Nyaris Hilang Di Jawa Barat

Banjir Serta Longsor Tewaskan 10 Orang Warga Dan 3 Orang Nyaris Hilang Di Jawa Barat

1,080
0
SHARE
Banjir Serta Longsor Tewaskan 10 Orang Warga Dan 3 Orang Nyaris Hilang Di Jawa Barat
JAWA BARAT (Parahyanganpost.com) - Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan telah menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat.
Banjir bandang kembali menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu, (21/9/2016) pukul 01.00 Wib.

"Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 - 2 meter. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat 8 orang tewas,  1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan dan ratusan pengungsi," kata Sutopo Purwo Nugroho,Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangan tertulisnya. 


Saat ini, Dadi Zakaria, Kepala BPBD Kabupaten Garut,Jawa Barat dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait baik dari unsur pemerintah daerah ,TNI,Polri,Basarnas dan relawan melakukan penanganan darurat untuk penanganan warga dalam penyelamatan serta mendirikan posko dapur umum. Tidak hanya itupula, Tim gabungan juga melakukan pendataan terhadap warga setempat untuk memastikan jumlah warga yang yang mengungsi dan berdampat dalam bencana tersebut.

" Pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. Posko dan dapur umum telah didirikan. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Pendataan masih dilakukan," singkatnya. 

Hujan deras sejak Selasa, (20/9/2016) pukul 19.00 Wib menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 Wib banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 Wib banjir setinggi 1,5 - 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi longsor di Desa Cimareme, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Selasa, (20/9/2016) pukul 22.00 Wib. Longsor menimbun 2 unit rumah tertimbun tanah longsor. 2 orang ditemukan tewas dan diduga 2 orang masih tertimbun longsor. Pencarian korban masih dilakukan.

Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat, Haryadi Wargadibrata, dalam keterangannya yang dihimpun suaratangsel.com berupaya memberikan pendampingan penanganan darurat BPBD Garut dan BPBD Sumedang. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Beras dan permakanan diperlukan untuk penanganan pengungsi. 

"Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor," terangnya.

(Dw/PP)