Home Ekbis Asosiasi UMKM Mengadu Ke Jokowi Karena Lesu dan Bangkrut

Asosiasi UMKM Mengadu Ke Jokowi Karena Lesu dan Bangkrut

876
0
SHARE
Asosiasi UMKM Mengadu Ke Jokowi Karena Lesu dan Bangkrut

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] -  Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah ketua Asosiasi UMKM se-Indonesia di Istana Merdeka pada Rabu, 15 September 2021.

Presiden turut di dampingi oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. 

Pada pertemuan tersebut Presiden Jokowi lebih dulu menyampaikan pandangan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan jaminan sosial untuk pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang nilainya hingga ratusan trilyun.  

"kondisi pendemi saat ini dirasakan oleh semua negara didunia. Dan kita pemerintah Indonesia mengambil kebijakan bukan lock down katrena agar ekoomi rakyat juga tetap terjaga dan bisa tumbuh. Kita ambil kebijakan PSBB dan PPKM tapi juga disertai policy yang berpihak kepada UMKM, ada BLT, PKH, Banpres, Banpres Produktif, stimulus kredit dan kemudahannya. tapi saya yakin kebijakan ini belum sepenuhnya merata dan memuaskan. maka saya akan lakukan upaya yang lebih efektif dan tepat sasaran pada UMKM" Kata Presiden Jokowi dalam pidatonya.  

Selain kebijakan diatas yang disampaikan Presiden juga berkomitmen akan membuat kebijakan lanjutan lainnya. Sebagaimana dikonfirmasi oleh Paguyuban Pedagang Warteg dan Kaki Lima yang hadir dalam acara tersebut Presiden berkomitmen untuk selalu hadir dan berpihak kepada pelaku usaha  UMKM.

“Presiden dalam pidatonya kepada kami berkomitmen untuk melakukan kebijakan percepatan bantuan BLT 1,2 juta rupiah bagi Warteg dan PKL, relaksasi dan restrukturisasi kredit dan leasing sampai dengan tahun 2023, kemudahan untuk mengurus sertifikasi halal dan BPOM, bantuan pemulihan sarana prasarana koperasi” ujar Puji Hartoyo Ketua Pandawakarta.

Untuk diiketahui, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk menyalurkan BLT kepada Warteg dan PKL yang berada di daerah level 4. Dana itu akan disalurkan kepada 1 juta penerima.

Atas kebijakan tersebut, pelaku UMKM menyambut baik karena masih ada harapan ditengah usaha mereka yang lesu dan mulai berguguran tutup usaha karena pendemi Covid-19 yang berlangsung Panjang ini.

“Kami merasa gembira dan bersukur yang mendalam karena pemerintah peduli pada kami disaat pendemi seperti saat ini. Dan aspirasi kami soal relaksasi, restrukturisasi kredit dan leasing serta BLT disambut dengan kebijakan oleh Presiden Jokowi” Kata Puji Hartoyo selaku juga Pengusaha UMKM Eksportir Muda Indonesia.

(Mahdi/PP)