Home Profil Anggota DPD RI, Tamsil Linrung : Kader HMI MPO, Teruslah Bersuara Keluar

Anggota DPD RI, Tamsil Linrung : Kader HMI MPO, Teruslah Bersuara Keluar

#MiladHMI74

369
0
SHARE
Anggota DPD RI, Tamsil Linrung : Kader HMI MPO, Teruslah Bersuara Keluar

Keterangan Gambar : Aggota DPD RI, Tamsil Linrung (Foto : Azma/pp)

JAKARTA (Parahyanganpost.com) -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tasil Linrung, meminta agar kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO), terus bersuara keluar, untuk menyampaikan kebenaran, sebagai subangsih untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara kita yang saat ini. 

Disamping itu menurut pria yang pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera ini, menyampaikan kerisauanya pada saat membuka acara Tasyakuran dan Milad Himpunan Mahasiswa Islam ke 75, di Gedung Juang, Jakarta, Ahad (21/02). 

Menurutnya, tak terasa HMI sudah menapaki 74 tahun, mengiringi perjalanan negeri ini, suka duka, telah dilalui oleh para kader HMI. Angka 74 tahun menurut Tamsil Linrung tidak semata-mata hanya deretan angka yang tanpa makna. 

Tetapi dibalik itu, dalam kurun umur 74 tahun seharusnya HMI sudah menunjukan kematanganya sebagai bagian dari elemen masyarakat ditengah-tengah berbangsa dan bernegara, disamping itu,kita juga tidak boleh melenceng dari ke Indonesiaan. 

Sebagai kader HMI, saat ini kita tersedot oleh polarisasi ditegah masyarakat berbangsa dan bernegara yang tidak sehat. Kita juga prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini, indek demokrasi kita anjlok, ini adalah suatu masalah yang mendasar bagi kita semua. 

Riak-riak dalam arena demokrasi dan perpolitikan kita yang seharusnya positif menjadi negatife, kemiskinan demokrasi kita yang tidak baik, dimana salah satunya adalah wacana pilkada yang akan digabung bersamaan dengan pilpres di tahun 2024. 

Proses kepemimpinan yang sirkulasi adalah hak rakyat dalam pemilu. Tamsil Linrung kurang sependapat bahkan menentang adanya pelaksana tugas (plt) di daerah yang seharusnya sudah ada sirkulasi kepemimpinan, tetapi akibat adanya penggabungan pilkada dengan pilpres di tahu 2024 otomatis beberapa daerah akan dijabat oleh (plt), ini tidak sehat, jelasnya. 


Disamping itu, dengan adanya penggabungan pilkada dan pilpres ditahun 2024 juga hanya menguntungkan parpol besar yang bisa mengusung capresnya sendiri, sementara itu untuk parpol kecil akan mendapatkan kesulitan. Ini sangat memperihatinkan, demokrasi kita benar-benar sudah sibajak oleh oligarki politik. 

Persoalan pilkada ini, lanjut mantan anggota DPR RI Fraksi PKS (2009 – 2014) daerah pemilihan Sulawesi Selatan II ini, hanya satu dari sekian banyak masalah yang melilit bangsa kita saat ini. 

Indek Pembangunan Manusia kita saat ini  juga anjlok, krisis ekonomi ditengah pandemi ini sudah cukup parah. Ekonomi kita adalah ekonomi kerumunan, anggaran negara seharusnya dialoasikan untuk bidang-bidang yang produktif ditengah padei seperti ini. 

Ini, tantangan bagi kita sebagai kader HMI, harus terus bersuara dengan lantang untuk perbaikan negeri ini. Mencari solusi dan laternatif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, untuk mengatasi problematikan kebangsaan dengan rasa Islam. 

“Resolusi Himpunan Mahasiswa Islam 100 tahun ke depan, perlunya kita merumuskan pondasi kebangsaan yang baik, yang di Ridhoi oleh Alloh SWT, HMI yang berkemajuan’, pungkas Tamsil Linrung. 



(ratman/imansyah/mahdi/pp)