Home Nusantara Aksi Bela Al-Aqsa

Aksi Bela Al-Aqsa

289
0
SHARE
Aksi Bela Al-Aqsa

Keterangan Gambar : Berbagi Paket Ifthor/Berbuka Puasa & Paket Bahan Pangan Hari Raya Lebaran/Iedul Fitri, Untuk Saudara Saudara Kita Di Camp Camp Pengungsian Palestina dan Suriah (Foto : Kiriman dari : Eko Sulistio dari Sabawana (Squad PBI) yang saat ini sedang membantu saudara-saudara kita di Palestina/PP)

JAKARTA -- Parahyangan Post -- Lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menyelenggarakan Aksi Bela Al-Aqsa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/4/2022). 

Acara tersebut untuk memberikan dukungan moral kepada Kaum Muslimin di Al-Quds (Yerusalem), Palestina, sekaligus mengutuk kejahatan dan kedzaliman Zionis Israel yang menodai kesucian Masjid Al-Aqsa dengan berbagai aksi anarkis.

Serangan tentara Zionis Israel terhadap jamaah shalat subuh di Masjid Al-Aqsa adalah bukti bahwa merekalah yang teroris yang sebenarya. Kebrutalan Zionis terhadap jamaah Muslim di Al-Aqsa jelas merupakan tindakan provokatif dapat memicu perang.

Maka, dari Jakarta, pusat ibukota Indonesia ini, kami menyerukan kepada segenap tokoh, ulama, dan segenap umat Islam di seluruh dunia serta komunitas internasional untuk melakukan aksi yang benar-benar nyata dan konkret demi menghentikan kedzaliman dan kebiadaban Israel di Palestina dan Al-Aqsa.
 
AWG memberikan apresiasi kepada Neturei Karta, organisasi anti-Zionis ultra-Ortodoks internasional yang mengutuk serangan pasukan pendudukan Zionis Israel dan pemukim Israel terhadap Masjid Al-Aqsa. Aksi tersebut jelas tidak dibenarkan dalam agama manapun. 

Dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan Palestina setidaknya memiliki tiga landasan pokok, yakni amanat konstitusi, hutang sejarah, dan solidaritas kemanusiaan.

Amanat konstitusi termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”

Selain itu, tujuan nasional Indonesia juga termaktub dalam potongan kalimat pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi, “melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Dalam catatan sejarah, Palestina juga merupakan salah satu negara paling awal yang memberikan pengakuan kemerdekaan Indonesia.

Maka dari itu, kita mengutuk sekeras-kerasnya Zionis Israel dan siapa pun yang terus mendukung Zionis dalam melanggengkan agresi dan nafsu kolonialismenya. 

Kepada umat Islam di manapun berada, kami mengingatkan bahwa untuk mengembalikan Al-Aqsa dan membebaskan Palestina dari kadzaliman Zionis Israel adalah dengan persatuan umat. Maka, marilah kita bersama-sama menyamakan persepsi, menyatukan hati, merapatkan shaf dan perjuangan dalam kepemimpinan Al-Jama'ah.

(mant/pp)