Home Opini Akhirnya Terbukti Juga

Akhirnya Terbukti Juga

Kolom Ismail Lutan*

234
0
SHARE
Akhirnya Terbukti Juga

Apa yang dikhawatirkan dengan pemberlakuan UU KPK yang baru terbukti sudah. Lembaga yang dua dekade belakangan sangat digdaya memberantas korupsi di tanah air ‘letoy’ mirip ayam sayur. Lemah tak berdaya, bahkan dipermalukan di depan publik yang memujanya.

Permaluan itu dipertontonkan ketika mereka akan menggeledah kantor PDI-P di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat dalam upaya mengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT)  komisioner KPU Wahyu Setiawan di bandara Soekarno Hatta.

Tadinya penyidik KPK sudah mendatangi kantor PDI-P untuk menggeledah dan menyegel ruangan Sekjen Hasto Kristiyanto. Penyegelan penting dilakukan karena  anak buah pak Sekjen terbawa dalam kasus itu.

Namun apa lacur, seharian mereka berusaha untuk menggeledah, menyegel, serta  berngegoisasi dengan petugas keamanan kantor, tak membuahkan hasil. Mereka dilarang masuk ruangan Pak Sekjen dan akhirnya pulang kandang sebagai pecundang.

Lebih mengenaskan lagi, tim penyidik KPK yang lain yang memburu Hasto Kristiyanto, yang juga orang kepercayaan Ibu Ketua Umum itu,  ‘ditelanjangi’ di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru. Ketika itu tim akan menjemput Hasto  yang diduga ‘mengamankan diri’ ke situ. Namun mereka disetop petugas, bahkan diinapkan semalam, diinterogasi bagai maling dan juga diminta untuk melakukan tes urin, layaknya pemabuk.

*

Kehebatan, nama baik dan marwah sebuah organisasi, apalagi organisasi strategis semacam KPK, sangat tergantung kepada sosok dan integritas pemimpinnya. Selama ini KPK selalu dipimpin oleh orang-orang berintegritas tinggi, berani dan punya kemauan keras untuk memberantas korupsi di tanah air.

Mulai dari Taufiequrachman Ruki, Antasari Azhar, Abraham Samad dan Agus Rahardjo. Mereka adalah tokoh yang integritasnya tidak diragukan. Mereka  berhasil menjadi ketua melalui seleksi yang amat ketat, terbuka dan transparan.

Di bawah kepemimpinan mereka anak-anak buahnya berani, militan dan bersemangat tinggi, pantang menyerah dan siap ‘mati’ dalam menjalankan tugasnya. Karena mereka tahu, mereka mempunyai pemimpin yang juga siap mati membela mereka.

Sementara ketua KPK yang baru, Firli Bahuri, sejak awal diragukan integritasnya. Keraguan itu bermula ketika ia masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. Diketahui (seperti yang banyak diberitakan media) ketika KPK akan menangkap mantan Gubernur NTB , dia malah main tenis dengannya. Bahkan dia juga dikenal dekat dengan ketua Umum  PDI-P, padahal dalam ketentuan KPK semua pimpinan dilarang dekat dengan pimpinan partai politik atau pejabat tinggi. Apalagi kalau sang pejabat tengah berkasus.

KPK pernah akan memberi sangsi kepadaanya. Namun sebelum sangsi dijatuhkan, lembaga yang menugaskannya di KPK (Kepolisian) segera menarik dan memberinya jabatan yang lebih tinggi di luar.

Di sisi lain, ada kesan Firli ‘disusupkan’ oleh lembaga yang lebih tinggi, seperti DPR untuk menjabat ketua komisioner KPK. Penyusupan itu tampak dari proses seleksi yang ‘seolah-olah’ telah diarahkan.

Nah dengan kondisi demikian, ditambah lagi dengan Undang-undang baru yang membatasi kewenangan KPK dalam melakukan penyadapan dan penggeledahan, pantas saja tim penyidik KPK  ‘letoy’ di lapangan. Kehilangan semangat, kepercayaan diri dan mudah mengalah.***

* Ismail Lutan Pemimpin Umum parahyangan-post.com