Home Hukrim 5 Terdakwa Penggelapan Elektronik Batal Hadapi Putusan PN Jaktim

5 Terdakwa Penggelapan Elektronik Batal Hadapi Putusan PN Jaktim

83
0
SHARE
5 Terdakwa Penggelapan Elektronik Batal Hadapi Putusan PN Jaktim

JAKARTA (Parahyanganpost.com) - Sebanyak 5 terdakwa kasus penggelapan yang terjadi di PT Wiratama Kreasi Komputindo batal jalani putusan di PN Jakarta Timur. Silvi Muliani Lestari SH MH selaku penuntut umum mengatakan, Deden Sopyan Harbi,  Tito Ardrianto, Muhammad Rijal, Aldo Hadiwijaya, dan Maryono Wibowo dinilai telah merugikan perusahaan. 

" Tadi ditunda sebenarnya putusan 374. Yang jual barang elektronik kaya charger merugikan perusahaan," kata JPU, Senin (9/11/2020.  

Kemudian bunyi petikan ancaman Pasal 374 KUHP kepada ke-lima terdakwa yakni "Dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut: Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374KUHP," 

Pada saat itu, Silvi menjelaskan perkara penggelapan sudah berjalan sebanyak 5 kali pertemuan diruang sidang. Hanya saja, menurut dia penundaan putusan tersebut akan di gelar kembali pada hari Kamis 12 November 2020 mendatang. Persidangan dipimpin oleh I Wayan Sukanila SH MH. 

" Hari Kamis putusan. (Sidang) kurang lebih ini ke yang lima," tutur wanita berkacamata ini. 

Perlu diketahui, para terdakwa yang kini tengah menanti putusan majelis hakim PN Jaktim tak lain merupakan karyawan PT Wiratama Kreasi Komputindo. Dari 5 orang terdakwa ini, aksi penggelapan terjadi pada bulan Desember 2019 hingga Mei 2020 di Gudang Green Sedayu Bispark, Blok GS-9 A No. 9 Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

(didi/pp)