Home Seni Budaya Sensasi Kuliner Berasal Dari Negara Mali Afrika Bagian Barat.

Sensasi Kuliner Berasal Dari Negara Mali Afrika Bagian Barat.

Sate Afrika Haji Ismail Coulibaly

266
0
SHARE
 Sensasi Kuliner Berasal Dari Negara Mali Afrika Bagian Barat.

Keterangan Gambar : Penulis (kedua dari kiri) dan pemilik Sate Afrika H.Ismail Coulibaly (Foto : Its/PP)

Oleh : Imansyah Hakim Al Rasyid
(Wartawan, Penulis dan anggota PJMI)

Jika anda sering traveling ke kota Parahyangan, Paris van Java kota Bandung yang genah merenah itu, dan sering hunting kulinernya, maka nama Rumah Makan Ma' Uneh pasti tidak asing lagi ditelinga.

Rumah makan cukup terkenal itu letaknya tidak dipinggir jalan, tetapi masuk gang yang hanya bisa dilewati sepèda motor. Untuk yang berkendara dengan mobil harus puas memarkir kendaraannya dipinggir jalan dan harus berjalan kaki sekitar 100 meter menuju Rumah Makan itu.

Lokasi tempat terpencil bukanlah satu alasan untuk memuaskan lidah penggila kuliner. Giliran saya dan dua orang kawan,  Fahmi dan Limas penggila kuliner berbahan dasar daging kambing, kali ini hunting Sate Afrika berasal dari Negara Mali, sebuah negara terletak dibenua Afrika bagian barat.

Sebenarnya istilah sate dirasa kurang tepat karena menurut pakem sate,  dimana mana itu menggunakan tusukan, mulai dari bambu yang diruncingkan sampai jari jari motor digunakan untuk menusuk daging kambing. Seperti sate klatak didaerah Kendal yang menggunakan jari jari motor untuk menusuk dagingnya.

Adalah Sate Afrika menurut pemiliknya Haji Ismail Coulibaly, sama sekali tidak menggunakan tusukan, baik dari bambu apalagi dari jari jari motor. Dagingnya pun bukan kambing wedus seperti kebanyakan warung sate, tetapi menggunakan domba yang memang terkenal bertekstur lembut dan tidak terlalu berbau prengus .

Nah, karena daging domba dibakar bagian paha dan iganya secara utuh, diberi garam secukupnya, ketika matang sempurna barulah di potong potong kecil seukuran dua jari, menggunakan talenan tebal dan golok besar.

Pada saat dipotong potong sesuai ukuran inilah, memory saya teringat akan sebuah kuliner soto gebrak yang ketika penyajiannya terdengar seperti orang menggebrak meja akan berkelahi.

Sate Afrika lebih tepatnya domba bakar Afrika besutan Haji Ismail Coulibaly hanya mempunyai tiga menu, yaitu Nasi Putih, Pisang Tanduk goreng tanpa tepung, dan bakaran domba, disamping minuman teh dan jeruk panas atau dingin. 

Penyajiannya domba bakar yang sudah dipotong kecil kecil ditaburi irisan bawang bombay, Nasi Putih atau Pisang Tanduk goreng, dilengkapi dengan cocolan sambal yang khas, bisa ditambah kecap dan mustard kalau mau. Rasanya gurih pedas yang khas empuk kinyis kinyis, ditambah pisang goreng nya yang manis, klop sudah perpaduan rasanya.

Orang tua berumur tak usah khawatir untuk mencobanya karena daging domba bakar ini beneran empuk dan sofly.

Rumah makan Sate Afrika ini yang buka dari hari senin sampai sabtu jam 10:00 s/d jam 17:00,  walaupun terletak agak masuk pojok sebelah kiri didalam komplek Perumahan Perhubungan  di jalan KS Tubun Petamburan samping persis Museum Textil ini, cukup ramai dikunjungi pelanggannya. Apalagi parkir diarea komplek ini cukup luas dan terjaga dengan aman.

Persis dengan Rumah Makan Ma' Uneh di Bandung, soal tempat bukanlah alasan untuk pecinta kuliner untuk mendatanginya. Apalagi ditambah dari figur Haji Ismail Coulibaly yang ramah dan familiar, seperti ketika kami bincang bincang usai menyantap masakannya.(*)

Jakarta, Sabtu 15 januari 2022