Home Edukasi Institut Tazkia Jalin Kerjasama dengan IUB

Institut Tazkia Jalin Kerjasama dengan IUB

Untuk keempat kalinya dengan kampus-kampus di Pakistan

105
0
SHARE
 Institut Tazkia Jalin Kerjasama dengan IUB

Keterangan Gambar : Penandatanganan naskah kerjasama Intitut Tazkia (Indonesia) - University of Bahawalpur (Pakistan). Dari pihak Tazkia diwakili Rektor Murniati Mukhlisin, sementara dari University of Bahawalpur diwakili Vice Chancellor IUB Athar Mahboob. (foto tzk)

Institut Tazkia Jalin Kerjasama dengan IUB

Bogor, parahyangan-post.com-Untuk keempat kalinya, Institut Tazkia menjalin kerjasama dengan  universitas-universitas  di Pakistan. Kali ini dengan Kampus Islamia University of Bahawalpur (IUB), Bahawalpur, Pakistan.

Naskah kerjasama (MoU) ditandatangani Kamis, 20 Februari 2020. Dari pihak Tazkia diwakili Rektor Murniati Mukhlisin, sementara dari University of Bahawalpur diwakili Vice Chancellor IUB Athar Mahboob.

 

Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin menyatakan, banyak kampus di Pakistan yang suka dengan model pendidikan di Tazkia.

“Kekhasan Institut Tazkia adalah  mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dan berorientasikan riset. Jadi mereka kagum. Makanya senang menjalin kerjasama. Sebelumnya Tazkia telah bekerjasama dengan International Islamic University Islamabad, Minhaj University Lahore, and Punjab University Lahore,” papar Murniati.

 

Sementara itu Vice Chancellor IUB Athar Mahboob mengatakan, dia sangat mengenali Indonesia bahkan dulu pernah sama - sama kuliah dengan mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia.

 

Islamia University of Bahawalpur sebelumnya adalah berbadan hukum institut yang dikenal dengan nama Jamia Abbasiya yang didirikan pada tahun 1925 kemudian menjadi universitas pada tahun 1975. Kini kampus IUB memiliki 23.000 mahasiswa.

 

Murniati diundang untuk memberikan keynote speech di acara The Second International Conference on Business and Entrepreneurship Research (ICBER) 2020. Murniati mengangkat isyu model bisnis bagi ibu rumah tangga dari kalangan ekonomi ke bawah dengan pendekatan program Islamic Nano Finance. Nano didefinisikan sebagai kecil, lebih kecil dari micro finance jelas Murniati.

 

Untuk merealisasikan kerjasama, makalah ilmiah yang dipresentasikan di konferensi ini akan diseleksi dan dipublikasikan di Special Issue Tazkia Islamic Finance and Business Research (TIFBR). Pada bulan November 2020, delegasi dari IUB akan berpartisipasi di The 7th AICIF Conference yang akan diselenggarakan di Kampus Tazkia.*** (aboe/taz)