Polkam

Yusril Diuntungkan Dari Perseteruan Ridwan Kamil dan Ahok

Administrator | Selasa, 08 Maret 2016 - 22:37:49 WIB | dibaca: 1514 pembaca

Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia di era Megawati Soekarno Putri, Yusril Ihza Mahendra digadang bakal maju dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta tahun mendatang.

JAKARTA, Parahyangan Post - Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia di era Megawati Soekarno Putri, Yusril Ihza Mahendra digadang bakal maju dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta tahun mendatang. Dari survey Populi Center, elektabilitas Yusril dianggap mampu melawan incumbect (Ahok-red).

Peneliti Populi Center, Nona Evita mengatakan, hasil survey yang dilakukan pada 13-17 Februari 2016 dengan 400 koresponden di 40 kelurahan, di enam wilayah DKI Jakarta melalui survey acak ada dua nama yang mendekati elektabilitas Ahok, yakni Ridwan Kamil dan Yusril Ihza Mahendra.

“Dari elektabilitas head to head, nama Yusril Ihza Mahendra berpotensi menjadi kuda hitam. Elektabilitasnya dikatakan bisa menjadi lawan kuat Ahok,” kata Nona Evita di Hotel Kartika Chandra, Senin silam.

Sama halnya dengan Ridwan Kamil, begitu Yusril diketahui bakal maju dalam bursa Pilgub DKI mendatang, serangan bertubi-tubi dari para pendukung Ahok mulai bermunculan di akun pribadinya baik twitter maupun facebook.

Dari semua serangan yang dilancarkan, mulai dari hinaan, cibiran dan sindiran, tetap ditanggapi dengan satun dan penuh sabar oleh Yusril.

Yusril Ihza Mahendra hanya mengatakan dalam tuit pribadinya ingin bertarung secara fair dan ksatria, sehingga kesalahan Ahok sebelum bertanding dikoreksi.Selain itu, katanya dia tidak ingin Ahok masuk gelanggang dengan pedang terhunung, tapi dia luka. Saya hanya akan bertarung dengan adil.

“bahwa lawan ingin lemahkan saya sebelum bertanding, itu urusan mereka. Gugur kesatria lebih baik daripada menang dengan kecurangan.” tegas Yusril melalui twit pribadinya.

Dengan kapasitas dan pengalamannya di dunia politik, sebagai pakar hukum tata negara, Yusril yang selalu dipakai disetiap era Presiden Republik Indonesia, mengaku santai dan hanya ingin memberikan pelajaran politik kepada rakyat, terutama pendukung saya agar berpolitik dengan etik.

Senada dengan Yusril, Ridwan Kamil yang jengah dengan hasil karyanya yang diklaim sebagai hasil kinerja Gubernur oleh para pendukung Ahok, juga angkat bicara meluruskan data dan fakta yang ada.

Sebelumnya banyak Netizen dimedia sosial mengulas foto keberhasilan Gubernur Dki Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, salah staunya kali di Episentrum Rasuna Said, Jakarta.

Kelompk netizen yang diduga sahabat Ahok itu, memuji lantaran Gubernur dianggap berhasil menyulap kawasan Epicentrum, menjadi taman sekaligus membuat sungai sebagai ruang public yang nyaman bagi warga DKI. Foto kawasan Epicentrumpun tersebar luas dimedia social, salah satunya facebook.

Epicentrum yang dipenuhi nuansa pohon rindang yang asri, sungai yang bersih dan sangat nyaman diklaim sebagai hasil kerja keras Ahok.

Walhasil, Walikota Bandung, Ridwan Kamil pun akhirnya bereaksi meluruskan, ujar pria yang kerap disapa Kang Emil, gambar itu merupakan karya dirinya dan rekan-rekan pada 2007 silam dan selesai tahun 2010.

“sungai Epicentrum di Rasuna itu hasil desain firma arsitek saya dan kawan-kawan untuk Bakrieland 2007. Beres tahun 2010.’fakta’ kicauan Emil dalam akun twitter pribadinya @ridwankamil.

Keterangan tersebut sekaligus mengklarifikasi akun palsu yang mengatasnamakan dirinya yang menganggap sejumlah netizen terkait gambar dimedia social atas keberhasilan Ahok memoles kawasan Epicentrum.

“hal tadi untuk meluruskan fakta. Sebaiknya biasakan argumentasi dengan fakta. Kasihan Pak Ahoknya. Saya dan beliau bersahabat baik. Snagat baik.” Kata Emil.

Seperti diketahui, proyek pembangunan taman sekaligus aktivasi sungai menjadi ruang public telah dikerjakan oleh Ridwan Kamil bersama rekannya sebelum menjabat Walikota Bandung. Mereka telah mengerjakan lebih dari 50 proyek arsitektur dan urban desain di Benua Amerika, Timur Tengah dan Asia serta meraih penghargaan lebihd ari 20 kali.

Pasca itu semua, sebuah media harian nasional Nonstop memberitakan Ahok ciut diserang balik Kang Emil di Media Sosial.

Panik mendapatkan bantahan dari Kang Emil, Ahokpun balik menyerang dan menghina dengan menilai kali itu dibilang palsu, dibuat dengan cara dimanipulasi tim tatakota.

Disindir kali itu palsu, Ridwan Kamil pun langsung balik menyindir.Melalui cuitnya di media sosial, Kang Emil sebut pekerjaan arsitek itu mulia.“Walau dihina, arsitek itu kerjanya mulia, bereksperimen cari solusi.lbh baik berupaya walau tak sempurna drpd diam,” ungkap Kang Emil di Twitter.

Ridwan kemudian melanjutkan cuitannya dengan menyesali perilaku para pejabat di negeri ini yang gemar mencari kekurangan orang lain. Meski tidak langsung menyebut Ahok, tapi cuitan Ridwan seolah ditujukan kepada gubernur yang suka berkomentar ceplas ceplos.


“Bukannya saling mendukung.energinya habis mencari kejelekan orang lain. pantesan negeri ini susah majunya,” tutur Ridwan di akunnya.

“Sy cmn bilang, jgn klaim sesuatu yg bkn karyanya.masalah epicentrum itu inovasi atau bukan debatnya di seminar aja,” tambah Ridwan.

Sebelumnya Ahok berkomentar pedas.Dia mengatakan bahwa sungai di Rasuna Epicentrum hanya rekayasa dari arsitek.“Epicentrum itu bukan bersihkan sungai, dia itu hanya bikin tipuan.Air kotor lewat di bawah, air bersih lewat di atasnya.Jadi kasarnya itu dia bikin bak ikan di atas sungai. Jadi bukan membersihkan sungai yang sebenarnya,” kata Ahok

Beberapa pengamat menilai inilah kesalahan yang dianggap bisa menurunkan elektoral Ahok di mata warga Jakarta. Mulai dari ulah pendukungnya yang mengkalim hasil karya orang lain,merasa paling benar  dan kerap menyalahkan sistem dan orang lain. 

Contoh lainnya selain perseteruan Ahok dan Ridwan Kamil, aksi yang bertolak belakang dengan keinginan sendiri seperti halnya Ahok ingin ada lokalisasi tetapi malah membongkar tempat lokalisasi.

“pembongkaran lokalisasi kalijodo jelas memicu egfek kesenjangan social, dimana ada lokalisasi kelas atas di Jakarta yang masih dibiarkan beroperasi. Inilah yang perlu diperhatikan.”Terangnya.

Dari semua itu, semua lawan Ahok akan diuntungkan dan mendapatkan Good efek bagi naiknya electoral dimata public, namun untuk mengalahkan Ahok, tentunya tidak semudah apa yang dipikirkan orang, sela Bakrie, salah seorang pengamat politik dalam komunitas relawan Jokowi.

“Saya pikir Yusril dan Ridwan Kamil, oke untuk bisa maju menandingi Ahok, selain itu mungkin jauh dari perkiraan.Tapi inikan politik, hasilnya ada diakhir jadi sementara ini hanyalah prediksi saja,” tukas Bakrie di Jakarta. (red/ist)

#YusrilForDKI
#YusrilForIndonesia










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)