Edukasi

literasi media sosial

Walikota Jakarta Timur akan Buka Pelatihan Bijak Bermedsos

Administrator | Kamis, 24 Oktober 2019 - 16:06:25 WIB | dibaca: 212 pembaca

Ketua Panitia Pelatihan Literasi Media Sosial "Bijak Bermedsos" Gus Windu El Hasmary (tengah) saat menjelaskan kegiatan tersebut di sekretariat BN, Jatinegara, Jakarta Timur. (foto Gun)

Jakarta, parahyangan-post.com-Walikota Jakarta Timur  H. Muhammad Anwar akan membuka Pelatihan Literasi Media Sosial “Bijak Bermedsos”  di Balroom Fave Hotel PGC, Jakarta.

Kepastian tersebut disampaikan ketua panitia Gus  Windu El Hasmary, dalam rapat terakhir di sekretariat Barisan Nusantara (BN), Jl Bekasi Timur IX, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu 23/10.

“Insya Allah Pak Walikota akan hadir dan membuka kegiatan tersebut,” tutur Windu kepada parahyangan-post.com.

Dijelaskan Windu, pelatihan Literasi Media Sosial yang mengambil tema “Bijak Bermedsos” tersebut akan berlangsung hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2019, mulai jam 09.00 wib diikuti 100 peserta.

“Pesertanya adalah para pelajar atau pengurus OSIS SMK/SMA se-Jakarta Timur,” tutur Windu.

Lebi jauh Windu menjelaskan, pelatihan literasi media sosial tersebut sangat penting artinya bagi pelajar/siswa, karena saat ini  zamannya bermedsos. Setiap siswa sudah pasti mempunyai akun medsos, apakah itu facebook, twitter, IG  atau lainnya.

“Sebagian besar mereka  mempunyai lebih dari satu akun medsos. Agar mereka tidak menyalahgunakan kemudahan bermedsos , perlu diberi pemahaman dan pelatihan. Sehingga nantinya mereka dapat memanfaatkannya untuk tujuan yang konstruktif,” papar Windu.

Dikatakan Windu, yang akan memberikan materi pada pelatihan tersebut adalah Dosen Universitas Negeri Surakarta, Lukman Hakim dan staf ahli Gubernur DKI Muhammad Chozin,

Sementara itu ketua panitia pelaksana MY Gunawan menjelaskan Pelatihan Literasi Media Sosial “Bijak Bermedsos” sangat bermanfaat bagi pelajar. Karena medsos tidak saja sebagai media komunikasi antara sesama mereka tetapi juga dapat  menjaring  partisipsi mereka dalam menyikapi perkembangan pembangunan Jakarta.

“Kita akan ajak mereka memberikan penilaian atas pembangunan yang dilakukan di kotanya (Jakarta-red). Bagaimana sikap mereka terhadap apa yang sedang terjadi, apa yang sebaiknya dilakukan dan seterusya,” tutur Gunawan.

Maka dalam pelatihan tersebut, lanjut Gunawan,  panitia akan  menyediakan doorprize bagi peserta yang memberikan penilaian terbaik atas 5 topik yang akan didiskusikan nanti. Kelima topik itu adalah mengenai program stunting (kekurangan gizi) yang dilakukan oleh Pemda DKI,  DP  0% atas kepemilikan rumah, Kebijakan JakLingko, Pembangunan sarana umum pelebaran Trotoar dan revitalisasi Kali Ciliwung.

“Kita akan uji keterampilan mereka  menerjemahkan pemikiran mereka, menerjemahkan apa yang mereka lihat, menerjemahkan apa yang mereka rasakan  di medsos mereka, dalam tempo sesingkat-singkatnya di twitter,” tambah Gunawan.

Ditambahkan Gunawan, karena medsos yang akan menguji keterampilan mereka adalah Twitter, maka  mereka hanya bisa merumuskan pemikirannya dalam 20 karakter saja.

“Jadi nanti kita lihat bagaimana penilaian mereka terhadap kota tempat tinggal mereka, yaitu Jakarta, selama di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dalam 20 karakter saja,” tutur  Gunawan.*** (boe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)