Nusantara

KEGIATAN WAGUB

Wagub Jenguk Bayi Kembar Siam Parasit

Administrator | Senin, 30 September 2013 - 19:22:06 WIB | dibaca: 1028 pembaca

Wagub Jawa Barat, Dedy Miswar Bersama Istri, Kunjungi Bayi Kembar Siam Parasit, Minggu, 29/09 (Foto : Tatang/Humas Prov.Jabar

BANDUNG, Parahyangan-Post.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar beserta Nyonya Giselawati Wiranegara menengok Ginan Septian Nugraha bayi kembar siam parasit yang telah menjalani operasi pemisahan kaki yang menempel pada lidahnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Minggu sore (29/9).

"Alhamdulillah Ginan telah selesai menjalani operasi dan saya liat kondisinya baik   tinggal perawatan pemulihan" ujar Deddy Mizwar menjelaskan setelah melihat kondisi bayi di ruang NICU didampingi kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Alma Lucyati, Dirut RSHS dr. Bayu Wahyudi, dr.Ruddy  Kadarsyah.

Deddy mengatakan, ketika ditengok, kelihatannya  bayi bisa diajak komunikasi. "Ketika saya panggil namanya, dia melek dan ada sedikit air menetes  keluar dari matanya. Hanya rahangnya masih terbuka," cerita Deddy.

Menurut Wagub, Pemprov Jabar bekerjasama dengan RSHS akan membantu secara optimal, di-cover dengan Jamkesda. "Karena ada limit, nanti akan diupayakan jangan menyulitkan orang tuanya dan ditanggung bersama-sama oleh pemerintah," paparnya.
Deddy yang sempat bertemu dengan orang tua bayi menyampaikan keprihatinan dan berpesan agar "tawakal menerima cobaan ini"

Hal yang terpenting lainnya menurut Deddy  adalah membantu usaha orang tuanya,untuk kelanjutan mengembangkan usahanya yang sekarang dia jalani karena.  "Ke depan mereka harus terus memperhatikan kesehatan dan gizi bayi Ginan," pesannya.

Sementara itu Dirut RSHS Bayu Wahyudi menjelaskan perkembangan kondisi Ginan  menggembirakan. "Hasil bedah pelastik pemeriksaan dr. Hadisiswo keadaan otot baik hanya rahangnya terbuka karena   kebiasaan tersumbat dari dalam rahim  jadi belum terbiasa menutup," paparnya.

Hasil konsultasi dari bedah mulut,  setelah dioperasi ada celah lubang waktu dia lahir. "Nanti diperlukan operasi dan dilakukan rekontruksi tapi tidak terlalu urgent segera sekarang, jadi bisa dilakukan jika sudah besar usia 6 bulan atau 1 tahun,  berat badan 10 kg."

Berhubung bayi baru berusia dibawah 28 hari masih neonatus, dengan kondisi mulut terbuka harus perwatan khusus takut terinfeksi jadi harus terjaga sehingga tetap dirawat di NICU.
"Kita harapkan semuanya  agar berfungsi baik dan normal kembali," harap dr.Bayu

"Mengenai pemberian makanan sebaiknya diberikan Asi namun sekarang karena  ibunya di desa dan kondisinya belum pulih maka diberikan makan terbaik berupa eksta puding cair dengan gizi lengkap melalui sonde," pungkas dr.Bayu. (*)



sumber : Humas Pemprov Jabar
Foto: Tatang/Humas Pemprov Jabar










Komentar Via Website : 1
Kang Aep
30 September 2013 - 20:11:55 WIB
Salut buat Pak Wagub, langsung respon, mudah-mudahan bukan pencitraan ya....
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)