Ekbis

AJI Jakarta :

Upah Layak Jurnalis 2014 tingkat Reporter Rp 5,7 juta per bulan

Administrator | Senin, 04 November 2013 - 06:48:00 WIB | dibaca: 7886 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-Post.com -  Bersamaan dengan penetapan Upah Minimum Provinsi di DKI  Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta melakukan survey  kebutuhan hidup layak untuk para jurnalis di Jakarta.  Setelah menghitung berbagai kebutuhan, AJI Jakarta menetapkan upah untuk  jurnalis tingkat reporter adalah Rp 5,7 juta per bulan. Besaran upah tersebut dipandang dapat memenuhi kebutuhan hidup layak para reporter  di Jakarta pada 2014.

Menurut Koordinator Divisi Pekerja AJI Jakarta, Adhitya Himawan, besaran upah layak ini kami peroleh dengan perhitungan dan analisis terhadap 39 barang dan jasa menyangkut kebutuhan hidup layak bagi seorang jurnalis di Jakarta.

Lebih lanjut Adhitya Himawan juga menjelaskan bahwa komponen yang mengambil porsi terbesar  adalah makanan sebesar Rp 2,1 juta per bulan. Kedua ialah komponen  kebutuhan penunjang tugas jurnalistik sebesar Rp 1,5 juta per bulan.  Sisanya adalah kebutuhan tempat tinggal dan sandang. Upah layak  tersebut habis untuk membiayai makanan dan kebutuhan penunjang kegiatan jurnalistik,? kata Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, Minggu (3/11).

Sementara itu, Ketua AJI Jakarta, Umar Idris  mengimbau perusahaan media dan organisasi perusahaan media cetak, online, radio dan televisi untuk menjadikan upah layak ini sebagai acuan dalam memberikan upah minimal kepada jurnalis setingkat  reporter, dengan pengalaman kerja satu tahun dan baru saja diangkat  menjadi karyawan tetap.

Faktanya, lanjut Ketua AJI Jakarta hingga saat ini, dalam survey yang diselenggarakan AJI  Jakarta, sebagian besar media masih memberikan upah yang jauh di bawah upah layak kepada para reporternya.  Ini terjadi di media cetak, online dan radio dan televisi. Dalam survei upah jurnalis, rata-rata upah  reporter di Jakarta di kisaran Rp 3 juta per bulan.

AJI Jakarta memandang tingkat upah layak ini sangat penting agar  jurnalis lebih professional dalam menjalankan tugasnya. Rendahnya upah  dan rendahnya kesejahteraan jurnalis membuat profesi ini akan selalu  rentan terhadap godaan suap/amplop dalam bentuk apapun. Kondisi ini  sangat berbahaya bagi kebebasan pers karena pers dapat dikendalikan  oleh kepentingan narasumber, tidak lagi mengabdi kepada kepentingan publik. (ratman/rls/pp)











Komentar Via Website : 4
obat lemah syahwat alami
22 Januari 2014 - 08:25:23 WIB
jual obat lemah syahwt alami
http://goo.gl/R6T1rv
obat liver
17 Februari 2014 - 15:05:14 WIB
Menarik sekali..
Artikel yang Anda berikan sangat bermanfaat,,
salam sehat..
http://goo.gl/J4mROl
obat herbal hepatitis a
22 Maret 2014 - 10:46:15 WIB
terimakasih banyak, informasinya bermanfaat. http://goo.gl/s0YYSn http://goo.gl/mPl2OW
obat herbal kanker rahim
24 Maret 2014 - 09:27:23 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)