Ekbis

OJK

Tulus: Batalkan Kebijakan Kredit Kendaraan Bermotor DP Nol Persen

Administrator | Senin, 14 Januari 2019 - 11:49:50 WIB | dibaca: 570 pembaca

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi

Jakarta, parahyangan-post.com Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membatalkan Peraturan (POJK) No. 35/2018 tentang kredit nol persen untuk mobil dan sepeda motor. 

“POJK No. 35/2018 wajib dibatalkan karena kontraproduktif dengan kondisi masyarakat,” tegas Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam siaran persnya, Senin 14/1.

Lebih jauh Tulus mengtakan, ada beberapa alasan mengapa lembaganya meminta DP nol persen itu dibatalkan, diantaranya akan memicu kemiskinan baru di rumah tangga miskin. Terbukti, sejak booming 10 tahun terakhir kredit sepeda motor, rumah tangga miskin yang terjerat iming-iming kredit sepeda motor murah, sangat masif. Akibatnya, banyak sekali rumah tangga miskin yang semakin miskin karena pendapatannya tersedot untuk mencicil kredit sepeda motor, atau bahkan mengalami kredit macet (gagal bayar). Dengan demikian, uang muka nol persen untuk kredit sepeda motor adalah jebakan betman yang amat mematikan bagi rumah tangga miskin.

“Tegasnya, kebijakan OJK tersebut sangat kontraproduktif terhadap upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan,  kontraproduktif terhadap lingkungan hidup, yang saat ini makin tercemar oleh penggunaan bahan bakar fosil/BBM yang digunakan kendaraan pribadi,” tambah Tulus.

Kebijakan OJK itu, lanjut Tulus,  juga sangat kontra produktif bagi lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta, Bodetabek, dan kota besar lainnya. Kemacetan di Jakarta akan makin parah karena nafsu untuk membeli ranmor pribadi makin tinggi, akibat adanya insentif nol persen.

“ Buntutnya pembangunan infrastruktur transportasi masal seperti MRT/LRT dan Transjakarta akan mati suri. Masyarakat akan makin gandrung dengan ranmor pribadi dan tidak berminat menggunakan angkutan umum masal, dan berpotensi mangkrak. Padahal MRT/LRT dibangun dengan dana utang,” pungkasnya.*** (boe/rls)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)