Ekbis

#HidroPonik

Tim PKM Universitas YARSI Gelar Pelatihan Hidroponik di Rengasdengklok

Administrator | Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:25:34 WIB | dibaca: 343 pembaca

KARAWANG (Parahyangan-Post.com) -- Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas YARSI menggelar pelatihan hidroponik. Teknik hidroponik ini merupakan gaya hidup dan juga model bisnis urban farming yang saat ini sedang booming. Pelatihan yang digelar seharian itu membahas tahap produksi hingga pemasaran dengan manajemen syariah, desa Amansari, Rengasdengklok, Karawang, Ahad (25/8/2019).

"Pelatihan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat dari Tim PKM Universitas YARSI, yakni Masaagus Asaari MSi, Dr Perdana WS, dan saya sendiri," kata Dr Any Setianingrum, melalui rilisnya, Selasa (27/8/2019).

Dr Any mengungkapkan, sebelum pelatihan ini, sudah didahului dengan kegiatan sosialisasi pelatihan hidroponik, yang dirangkai dengan acara tanya jawab yang diikuti warga dengan antusias, dan dilanjutkan acara buka puasa bersama pada bulan Ramadhan yang lalu. 

Dia juga menjelaskan, sebelum kegiatan pelatihan, sudah dilakukan diskusi dan kesepakatan antara kepala desa, H Napi, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Husen, dan instruktur hidroponik, dalam penentuan lokasi lahan sebagai proyek percontohan sekaligus direncanakan sebagai sentra hidroponik di desa Amansari.  

"Kesepakatan tersebut difasilitasi oleh tim PKM Universitas YARSI pada bulan April 2019. Hasilnya ditetapkan lokasi lahan berada di area kantor desa, di Jalan Raya Proklamasi, selain memenuhi persyaratan agronomis, juga dapat mempersatukan warga melalui kegiatan hidroponik desa," jelas Dr Any.

Jalannya Pelatihan

Empat instalasi rakitan hidroponik dan semua peralatan pelatihan telah disiapkan sebelum hari H pelatihan, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih fokus dan mudah.

Pada materi pelatihan ini ada 4 model hidroponik yang dipelajari. Pada kesempatan yang sama juga diajarkan model rakit apung yang bisa dimodifikasi jika terjadi keterbatasan listrik, seperti listrik padam, maka tanaman tetap akan terjamin ketersediaan airnya.

Peserta berjumlah 40 orang, yang meliputi unsur ikatan pemuda masjid, petani, majelis taklim ibu-ibu, dan ada juga para pemuda dari luar desa Amansari. 

"Tujuan dari sentra hidroponik ini adalah memberikan ketrampilan produksi dan pemasaran sayur hidroponik, dan kedepannya dapat memberikan lapangan kerja, menyediakan nutrisi sehat, pemberdayaan lahan desa dan penghijauan di Amansari," jelas Dr Any.

Materi pelatihan juga meliputi pengetahuan praktis tentang manajemen keuangan syariah untuk usaha mikro. Dan dari sejak kegiatan survei, sosialisasi dan saat pelaksanaan di hari H. 

"Diberikan pula motivation achievement training, untuk membangun partisipasi dan komitmen peserta. Ketrampilan hidroponik ini selain  dijalankan secara kolektif atau kelompok melalui instalasi hidroponik yang telah didirikan di lahan desa, juga dapat diterapkan secara individual di rumah masing-masing," ujar Dr Any.

Dia menambahkan, setelah kegiatan pelatihan, telah diagendakan juga monitoring dan evaluasi, untuk mengawal dan menjamin keberhasilan produksi dan pemasaran sayur hidroponik. 

Sementara pihak instruktur, Hendro dari KSM Sahabat Lingkungan bersama fasilitator pelatihan dari koperasi tani Karawang dan asosiasi hidroponik karawang, Bambang Efendi akan mengupayakan dapat menampung hasil produksi ke jaringan usaha hidroponiknya, yang saat ini sudah berjalan dengan baik.

(rat/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)