Ekbis

Teknologi Mengganggu, Alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja

Administrator | Selasa, 19 Juli 2016 - 07:38:02 WIB | dibaca: 1205 pembaca

Jakarta,(Parahyangan Post) -  29 Juni 2016 -The Habibie Center bekerja sama dengan Departemen Keuangan Republik Indonesia dan Forum Ekonomi Yayasan Dunia Islam menggelar dialog publik bertajuk "Merebut Manfaat Teknologi Mengganggu untuk Produsen dalam Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja" hari ini di The Habibie Centre di Jakarta Selatan. dialog publik ini merupakan bagian dari World Islamic Economic Forum (WIEF) seri ke-12 dari peristiwa yang akan berujung pada acara utama forum tanggal 2 - 4 Agustus 2016 di Jakarta.

Berbicara pada acara tersebut, Peneliti Ekonomi Senior dari LIPI Dr. Zamroni Salim mengatakan, "Teknologi Mengganggu tidak selalu menentang operasi konvensional dengan tenaga kerja besar-besaran. operasi manufaktur seperti data besar dan Internet of Things (IOT) yang membantu menganalisis rincian operasi, real time data dari persediaan pemasok, pengiriman transit; permintaan pelanggan hilir tidak melengkapi operasi konvensional. "

teknologi mengganggu dapat sebenarnya berfungsi sebagai alternatif bagi Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya untuk memperluas margin keuntungan dan biaya yang lebih rendah di bidang manufaktur, dan berpotensi menciptakan US $ 25 sampai US $ 45 miliar pada dampak ekonomi tahunan ASEAN pada tahun 2030. Hal ini juga sejalan dengan di Indonesia industri pengembangan master plan (RIPIN) dari 2015-2035, yang menargetkan kontribusi dari non-minyak dan gas industri mencapai 30% pada tahun 2010.

Memang benar bahwa pengembangan inovasi mengganggu dan teknologi masih terkonsentrasi di negara-negara dengan tingkat komitmen yang tinggi dan kolam ahli dalam penelitian dan pengembangan, seperti China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Namun demikian, negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki kesempatan untuk menarik lebih banyak biaya-sadar produsen global dan menanamkan diri lebih dalam rantai pasokan global. Salah satu alasan adalah karena peningkatan China PDB per kapita dan pergeserannya dari ekonomi yang didorong ekspor ke model konsumsi-driven yang telah menyebabkan upah meningkat di negara itu.

Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia untuk Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin mengatakan, "Produsen di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya perlu mengakses inovasi mengganggu dan teknologi dalam kemitraan global lintas-perbatasan. Kerjasama antara perusahaan besar dan kecil yang dibutuhkan untuk menciptakan daya saing global. "

Di Indonesia, di mana mayoritas tenaga kerja yang dipekerjakan oleh UKM; gangguan digital terutama akan menawarkan banyak kesempatan usaha kecil yang akan menjadi luar jangkauan mereka sebelumnya. Oleh karena itu UKM Indonesia harus memahami bahwa bisnis mereka dan pelanggan berpotensi go global terlepas seberapa kecil usaha mereka. Hal ini karena teknologi yang ada, dan ekonomi global yang muncul benar-benar saling tergantung. Identifikasi teknologi yang tepat dan pengalaman yang relevan karena itu kunci dalam membuat UKM di Indonesia siap global. Kesempatan ini tersedia melalui platform jaringan, atau acara networking bisnis-ke-bisnis global seperti WIEF ke-12 mendatang di Jakarta yang memungkinkan untuk bisnis-ke-bisnis kolaborasi dan sinergi terwujud. Yang akan diselenggarakan 2-4 Agustus tahun ini, WIEF ke-12 bertema "Desentralisasi Pertumbuhan, Memberdayakan Bisnis Masa Depan", untuk mempromosikan pertumbuhan inklusif yang akan menguntungkan ekosistem bisnis.

 

- end

Tentang Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF)

The WIEF Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Kuala Lumpur, menyelenggarakan tahunan World Islamic Forum Ekonomi, platform bisnis kelas dunia menampilkan peluang bisnis di dunia Muslim, dan menjalankan program-program dari berbagai inisiatif dari Yayasan yang memperkuat orang kemitraan dan pertukaran pengetahuan antara komunitas Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia.

WIEF sebelumnya telah mengadakan forum di Malaysia, Kazakhstan, Indonesia, Kuwait dan
Pakistan, Inggris dan Uni Emirat Arab dan bertujuan untuk menyatukan komunitas Muslim dan non-Muslim melalui bahasa umum dari bisnis.

The WIEF ke-12 akan digelar di Jakarta Convention Centre dari 2-04 Agustus 2016.

Untuk pertanyaan media, silakan hubungi:

    Wai Fai Lo waifai@wief.org atau +6012 209 0068
    Fannie Waldhani waldhani@edelman.com atau +62 21 7215 9000










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)