Siaran Pers

Situs web DDoS bayaran kembali berulah meskipun FBI telah melakukan penumpasan

Administrator | Rabu, 26 Juni 2019 - 08:51:52 WIB | dibaca: 234 pembaca

Situs web DDoS bayaran kembali berulah meskipun FBI telah melakukan penumpasan, menurut Laporan Ancaman Nexusguard

 

Penyedia layanan telkom dan komunikasi (communications service providers / CSP) perlu melakukan tindakan pencegahan terhadap serangan DDoS yang sedikit demi sedikit

SAN FRANCISCO, AMERIKA SERIKAT - Media OutReach/Parahyangan-Post.com  - 25 Juni 2019 - Serangan DDoS "bayaran" kembali terjadi pada awal tahun ini, dengan serangan yang berasal dari booter menguat kembali menjadi lebih dari dua kali lipat jumlahnya pada kuartal keempat tahun 2018, menurut Nexusguard dalam "Laporan Ancaman Kuartal 1 Tahun 2019." Meskipun sebelumnya FBI telah melakukan penumpasan, namun jenis serangan DDoS dengan amplifikasi DNS terus menjadi yang paling sering ditemukan dalam situs web DDoS bayaran, melonjak sampai lebih dari 40 kali dari volume serangan tersebut jika dibandingkan dengan kuartal terakhir. Kebangkitan DDoS sebagai layanan berbayar dan pertumbuhan botnet memperkuat serangan siber yang terus berkembang dalam bentuk serangan DDoS bagi perusahaan dan penyedia layanan komunikasi (communications service providers / CSP).

Laporan kuartal ini, yang mengukur ribuan serangan DDoS di seluruh dunia, mengungkap serangan amplifikasi DNS sebagai jenis serangan yang paling sering ditemukan terhadap CSP dan perusahaan telkom di Brasil pada kuartal ini. Salah satu bank terbesar di Amerika Selatan menanggung pukulan akibat serangan amplifikasi DNS yang terjadi di Brasil tersebut -- lebih dari 17% dari seluruh serangan. Jenis serangan sedikit demi sedikit atau "bit and piece", atau serangan DDoS yang ukurannya lebih kecil dari satu Gbps, terus menimbulkan berbagai persoalan pada awal tahun 2019 karena menjadi lebih otomatis dan bertarget, sehingga terlepas dari deteksi. Para peneliti Nexusguard memberikan peringatan bahwa CSP perlu melakukan pendekatan terhadap serangan-serangan yang terus berkembang ini dengan deteksi DDoS yang terukur, berbasis cloud, dan mitigasi dengan tujuan untuk megurangi kerugian yang mungkin terjadi. CSP yang menjadi korban serangan bit-and-piece dan meneruskan traffic yang berbahaya tanpa disadari akan berisiko merusak kepercayaan pelanggan.

"Karena permintaan terhadap layanan serangan DDoS yang terus meningkat dan lonjakan dalam perangkat yang terhubung, para peretas bayaran telah berlipat ganda, dan kampanye DDoS tidak akan menjauh dari organisasi," kata Juniman Kasman, pejabat teknologi tertinggi untuk Nexusguard. "Pelaku usaha perlu memastikan tindakan pencegahan mereka terhadap serangan bisa terus dikembangkan dengan lancar melalui vektor dan taktik baru yang terus dicari-cari oleh penyerang, yang memastikan uptimelayanan, mencegah kerugian legal atau kerusakan reputasi, dan mempertahankan kepuasan pelanggan."

Temuan-temuan dari Nexusguard menegaskan bahwa pergeseran yang berlangsung terhadap pendayagunaan perangkat bergerak dalam serangan, yang telah menciptakan rangkaian botnet baru yang menimbulkan durasi serangan maksimum melonjak hingga lebih dari 40.000 menit sekaligus, atau lebih dari 27 hari. Orang-orang yang mengalami performa yang lamban, serangan dalam penggunaan data atau penurunan masa pakai baterai ponsel pintar yang terlihat nyata mungkin sedang menghadapi tanda-tanda peringatan terhadap serangan dari perangkat perusak. Pengguna ponsel pintar seharusnya terus memperbarui perangkat dengan patch terbaru, menghapus aplikasi mencurigakan yang telah diunduh, dan menjalankan perangkat anti virus, inilah beberapa cara agar tetap aman dari perangkat perusak.

Penelitian ancaman DDoS kuartal Nexusguard mengumpulkan data serangan dari pemindaian botnethoneypot, CSP, dan lalu lintas yang bergerak antara pihak penyerang dan target mereka untuk membantu perusahaan mengidentifikasi kerentanan dan tetap mengetahui tentang tren keamanan siber global. Baca "Laporan Ancaman Kuartal 1 Tahun 2019" selengkapnya untuk detail lebih lanjut. 

Tentang Nexusguard 

Didirikan pada tahun 2008, Nexusguard adalah penyedia solusi keamanan penolakan layanan secara terdistribusi (DDoS) berbasis cloud untuk melawan serangan internet yang berbahaya. Nexusguard memastikan layanan internet tanpa gangguan, visibilitas, pengoptimalan dan kinerja. Nexusguard berfokus pada pengembangan dan penyediaan solusi keamanan siber terbaik bagi setiap klien di berbagai industri dengan persyaratan spesifik dari segi bisnis dan teknis. Nexusguard juga memungkinkan penyedia layanan komunikasi untuk menyediakan solusi perlindungan DDoS sebagai suatu layanan. Nexusguard menepati janjinya untuk memberikan Anda ketenangan dalam menghadapi berbagai ancaman dan memastikan uptime maksimum. Kunjungi www.nexusguard.comuntuk informasi lebih lanjut. 

(rls/pp/www.media-outreach.com)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)