Opini

SIAPKAH PENDIDIKAN INDONESIA MEMASUKI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 ?

Administrator | Selasa, 10 September 2019 - 08:42:56 WIB | dibaca: 86 pembaca

Dony Purnomo, Pengajar di SMAN 1 Purwantoro Wonogiri (sumber foto : dok pribadi/pp)

Oleh: Dony Purnomo, S.Pd 
Pengajar di SMAN 1 Purwantoro Wonogiri, Jawa Tengah. 

PERBINCANGAN
- Mengenai revolusi industri 4.0 kian santer dibicarakan 
dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin maju dunia pendidikan pun ikut-ikutan untuk menggemakan pendidikan revolusi industri 4.0. Banyak dijumpai kegiatan-kegiatan dibidang pendidikan yang mengambil tema revolusi industri 4.0. Sebenarnya seperti apa konsep revolusi industri 4.0?. 

Jika merunut sejarah panjang industri hingga saat ini berawal dari revolusi industri pada abad ke 18. Menurut AT Kearney
  perkembangan industri melalui beberapa tahapan. Pertama,  pada abad ke 18 dengan dilaksanakannya revolusi industri yang merubah tenaga manusia menjadi tenaga mesin di berbagi bidang produski. Kedua, pada abad ke 20 mulai merambah pada produksi masal. Ketiga, pada awal tahun 1970 memasuki era revolusi indistri 3.0 dengan adanya proses komputerisasi dalam proses produksi. Keempat, tahun 2018 memasuki era revolusi industri 4.0 yaitu dengan memasuki jaringan internet yang sering disebut dengan istilah Internet Of Things. 

Kemunculan era revolusi industri 4.0 ini dunia pendidikan harus mempersiapkan sarana dan prasana, SDM guru dan peserta didik untuk ikut serta dalam mengikuti perkembangan di era revolusi industri 4.0. Sukartono (2018) menjelaskan untuk memasuki era revolusi industri
  4.0 dunia pendidikan harus mempersiapkan peserta didik yang mampu bekerja yang saat ini belum ada, menyiapkan anak untuk memanfaatkan teknologi dan anak dapat menyelesaikan masalah yang saat ini belum muncul. 

Pada sisi pendidik juga harus memiliki kompetensi dalam mendidik sesuai dengan tuntutan revolusi industri 4.0. Abdul Latif (2018) dalam artikelnya menjelaskan setidaknya da empat kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru di era revolusi industri 4.0 ini yaitu menilai secara komprehensif, memiliki kompetensi abad 21 yang terdiri dari literasi, karakter serta keterampilan dan yang terakhir adalah menyajikan pembelajaran sesuai dengan
passsion siswa. 

Pada sisi sarana dan prasarana harus tersedia sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung untuk mengakses internet, memanfaatkan akses internet dan mengolahd ata yang diperoleh pada proses pembelajaran. Sarana dan prasarana ini menjadi hal yang penting untuk dipenuhi sebagai penunjang proses pembelajaran di era revolusi indsutri 4.0. 

Menurut hemat saya pendidikan di Indonesia ikut latah dengan istilah revolusi industri 4.0 sehingga beramai-ramai untuk mengggunakan istilah pendidikan revolusi industri 4.0. Ketika melihat realitas saat ini kemampuan IT guru di Indonesia
  masih belum sepenuhnya terampil dlam pemanfaatan IT. Masih banyak guru yang memanfaatkan pembelajaran konvensional. Ditambah lagi saat ini guru masih dibebani dengan urusan administrasi yang berbelit-belit mulai dari perencanaan pembelajaran, kenaikan pangkat dan administrasi yang lainnya. 

Dari segi peserta didik realitas saat ini belum sepenuhnya siswa memanfaatka teknologi yang mereka miliki untuk menunjang pembelajaran.
  Ketika mereka menggunakan HP senderung digunakan untuk bermedia sosial. Sehingga proses pembiasaan membangun mental belajar secara digital ini masih memerlukan upaya yang tidak mudah.  Eksistensi pembelajaran masih kalah dengan eksisitensi media sosial sehingga diperlukan upaya penyadaran dan edukasi agar peserta didik dapat memanfaatkan teknologi untuk menunjang proses belajarnya. 

Sedangkan dari segi sarana dan prasarana saat ini belum sepenuhnya sekolah memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Akses internet di sekolah masih terbatas sehingga akan menghambat dalam penerapan pembelajaran di era digital ini. Pada daerah pedalaman juga masih mengalami kendala dalam proses pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran karena masih mengalami kesulitan dalam mengakses sinyal internet sehingga pembelajaranpun dilakukan dengan seadanya. 

Realitas-realitas di atas menunjukkan masih kurangnya kesiapan pendidikan Indonesia dalam memasuki era revolusi industri 4.0 ini. Untuk mencapai pendidikan diera revolusi industri 4.0 yang idela masih membutuhkan perjalanan panjang. Dari segi pendidik masih diperlukan upaya meningkatakan kompetensi teknologi informasi, dari peserta didik diperlukan upaya edukasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan dari segi sarana prasarana masih dibutuhkan peningkatakan kapasitas serta kuantitas untuk menunjang pebelajaran di era revolusi industri 4.0 ini. (*)











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)