Nusantara

#Anugerah212Award

Sembilan Media Dapat Penghargaan Anugerah 212 Award

Administrator | Sabtu, 05 Januari 2019 - 01:50:35 WIB | dibaca: 493 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-post.Com – Sebanyak Sembilan media mendapat penghargaan  Anugerah 212 Award. Kesembilan media tersebut adalah TV One mendapat Anugerah 212 Award sebagai ‘212 Fair and Free Media of the Year untuk kategori New Media. Republika, sebagai ‘212 Fair and Free Media of the year untuk kategori Newspapare Media. Kumparan.com sebagai ‘212 Fair and Free Media of the year untuk kategori Newspaper and Magazine.

Berikutnya, Al Jazera sebagai ‘212 Fair and Free Media of the year, kategori International Media. Front TV sebagai ‘212 Progresive Media of the year. Saling Sapa TV sebagai ‘212 Educational Media of the year. VOA Islam.com sebagai ‘212 Conten Creator of the year. HIdayatullah.com sebagai ‘212 Islamic Media of the year dan TV & Radio Rasil sebagai ‘212 Devoted Media of the year.

Panitia Reuni Akbar 212 menganugerahkan penghargaan 212 Award kepada para media dan individu yang secara konsisten menggaungkan jiwa patriotic 212 yang kolosoal, tertib dan santun.

Pemberian penghargaan Anugerah 212 Award digelar di Pusat Perfilman Usmar Ismai, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (04/12/2018). Tampak hadir dalam acara tersebut, jajaran pengurus alumni 212, tokoh ulama, tampak terlihat tokoh nasional seperti Amien Rais, Fadlizon, Daniel Simanjuntak, Ahmad Dani, Sarwan Hamid, Rocky Gerung, Fahira Idris, dan tokoh-tokoh lainnya juga kalangan ormas, aktivis dan media.

Neno Warisman selaku penanggung jawab acara Penghargaan Anugerah 212 Award kepada awak media mengatakan, bahwa ini  pertama kalinya para penerima Anugerah 212 Award untuk  kategori media. Pada intinya kami ingin mengajak awak media untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, berpihak kepada publik.

212 adalah gelaran aksi religius yang didakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dihadiri oleh jutaan umat muslim dari seluruh Nusantara. Awalnya aksi 212 digelar tahun 2016, saat kasus penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama aias Ahok, muncul. Maka seiap tangga 02 Desember, aksi selalu digelar kembali sebagai peringatan bahwa ada sebuah aksi di tanah air yang dihadiri jutaan umat Islam berlangsung dengan tertib dan santun , bertajuk Reuni Akbar 212.

Perhelata Reuni Akbar 212 telah usai diselenggarakan pada 02 Desember 2018. Gelaran aksi tersebut dihadiri oleh lebih dari sepuluh juta umat muslim dan non muslim tanah air. Terbukti hotel di Jakarta penuh pada hari itu, termasuk transportasi juga penuh. Dan seperti biasanya gelaran aksi 212 berjalan kolosoal, tertib, damai dan santun.

Namun fenomenal Reuni Akbar 212, aksi Religius kolosoal yang nelibatkan jutaan umat yang berlangsung tertib, damai dan santun, tidak mendapat porsi pemberitaan dan liputan dari media media mainstream tanah air secara maksimal. Baik media televise, online, maupun Koran. Hanya beberapa media saja secara konsisten dari awal gelaran Aksi Damai 212 hingga Reuni Akbar 212 selalu meliput dan memberitakanya.

Padahal 212 adalah jiwa patriotic bersama, milik seluruh masyarakat Indonesia dan dapat dijadikan sebagai salah satu asset bangsa di sektor pariwisata yang dapat dikelola untuk pertumbuhan ekonomi.

Maka seluruh rakyat berhak mendapatkan informasi yang seluas-luasnya dan selengkap-lengkapnya. Keakuratan informasi yang sesuai dengan fakta adalah sebuah keharusan demi mencerdaskan bangsa.


(ratman/pp)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)